15+ Quote dari Drakor Love Next Door, tentang Cinta dan Kehidupan yang Menyentuh Hati
Sabtu, 21 September 2024 - 20:29 WIB
“Aku meragukan keputusanku berkali-kali dalam sehari dan bertanya-tanya apakah aku telah membuat pilihan yang tepat. Tapi aku masih berpikir lebih baik menyesal karena melakukan sesuatu daripada menyesal karena tidak melakukan apa-apa.” – Choi Seung-hyo
“Mengapa aku selalu harus menjadi kebanggaanmu? Tidak bisakah aku hanya menjadi putrimu sekali saja, tidak peduli seberapa menyedihkan atau cacatnya diriku? Kenapa aku harus menutupi hidupmu?” – Bae Seok-ryu
“Tahukah kamu bahwa, seperti halnya bulan adalah satelit Bumi, kebencian juga memiliki satelitnya sendiri? Harapan yang tinggi, kepercayaan, dan rasa suka terhadap seseorang semuanya saling terhubung. Namun, ketika salah satu dari elemen tersebut keluar dari orbit atau mundur, hal itu bisa berubah menjadi kebencian.” – Choi Seung-hyo
"Kamu tidak bisa membenci seseorang kecuali kamu mencintainya." – Choi Seung-hyo
“Mimpi? Apa kamu pikir mimpi bisa dimiliki begitu saja? Hanya mereka yang punya kemewahan untuk mencarinya yang bisa bermimpi. Mereka yang mendapat kesempatan untuk bangkit lagi setelah kegagalan yang bisa mengejar mimpi mereka.” – Bae Seok-ryu
“Itu disebut efek Romeo dan Juliet. Katanya, cinta menjadi semakin intens dengan semakin banyak campur tangan orang tua. Ini adalah kebenaran mutlak yang berlaku di bidang lain juga, bukan hanya cinta. Semakin orang tua menentang dan mencoba mengontrol anaknya, semakin anak itu memberontak.” – Na Mi-suk
Foto: tvN
"Apakah kamu akan mengubah dunia? Apakah kamu menyelamatkan negara? Bagaimana kamu bisa mencapai apa pun jika kamu tidak bisa merawat anakmu?" – Na-yun
"Cintaku panas seperti tungku yang membara, tapi cintamu hanyalah api kecil di kompor gas. Bahkan tidak cukup panas untuk memasak telur, apalagi semangkuk makanan." – Jang Tae-hui
"Tahukah kamu bagaimana penampilanmu saat melihatnya? Kamu tersenyum. Ketika Seok-ryu tersenyum, kamu hanya ikut tersenyum dengannya." – Jang Tae-hui
“Mengapa aku selalu harus menjadi kebanggaanmu? Tidak bisakah aku hanya menjadi putrimu sekali saja, tidak peduli seberapa menyedihkan atau cacatnya diriku? Kenapa aku harus menutupi hidupmu?” – Bae Seok-ryu
“Tahukah kamu bahwa, seperti halnya bulan adalah satelit Bumi, kebencian juga memiliki satelitnya sendiri? Harapan yang tinggi, kepercayaan, dan rasa suka terhadap seseorang semuanya saling terhubung. Namun, ketika salah satu dari elemen tersebut keluar dari orbit atau mundur, hal itu bisa berubah menjadi kebencian.” – Choi Seung-hyo
"Kamu tidak bisa membenci seseorang kecuali kamu mencintainya." – Choi Seung-hyo
3. Episode 3
“Mimpi? Apa kamu pikir mimpi bisa dimiliki begitu saja? Hanya mereka yang punya kemewahan untuk mencarinya yang bisa bermimpi. Mereka yang mendapat kesempatan untuk bangkit lagi setelah kegagalan yang bisa mengejar mimpi mereka.” – Bae Seok-ryu
“Itu disebut efek Romeo dan Juliet. Katanya, cinta menjadi semakin intens dengan semakin banyak campur tangan orang tua. Ini adalah kebenaran mutlak yang berlaku di bidang lain juga, bukan hanya cinta. Semakin orang tua menentang dan mencoba mengontrol anaknya, semakin anak itu memberontak.” – Na Mi-suk
Foto: tvN
4. Episode 4-5
"Apakah kamu akan mengubah dunia? Apakah kamu menyelamatkan negara? Bagaimana kamu bisa mencapai apa pun jika kamu tidak bisa merawat anakmu?" – Na-yun
"Cintaku panas seperti tungku yang membara, tapi cintamu hanyalah api kecil di kompor gas. Bahkan tidak cukup panas untuk memasak telur, apalagi semangkuk makanan." – Jang Tae-hui
"Tahukah kamu bagaimana penampilanmu saat melihatnya? Kamu tersenyum. Ketika Seok-ryu tersenyum, kamu hanya ikut tersenyum dengannya." – Jang Tae-hui
Lihat Juga :