Musuh Bebuyutan Pensiun, Pangeran Harry Bakal Kembali ke Istana?

Jum'at, 29 November 2024 - 16:30 WIB
“Cukup dengan perseteruan. Keluarga, termasuk yang satu ini, harus bersatu. William, apa pun rasa dendamnya terhadap Harry atas komentar pedasnya di Spare, sekarang harus menerimanya dan membiarkan ayahnya memberi Harry sesuatu untuk dilakukan,” tutur dia lagi.

Tidak seorang pun akan lebih bahagia tentang pemulihan hubungan daripada Ratu Elizabeth, yang mengambil posisi keras terhadap Megxit, tetapi di masa krisis dia mengubah posisinya, meski dengan kecepatan yang lambat, seperti yang dia lakukan ketika akhirnya mengizinkan Pangeran Charles menikahi gundiknya pada 2005.

“Yang terpenting baginya adalah kesehatan Raja dan saat ini, Raja membutuhkan Harry,” ucap dia.

Pada September lalu, beredar rumor bahwa Sir Clive tengah dipersiapkan untuk menjadi duta besar Inggris berikutnya untuk Washington. Pejabat istana yang tepercaya itu pernah menjabat di Kantor Luar Negeri dan tinggal di berbagai negara pada awal kariernya, termasuk Singapura, Polandia dan Prancis.

Baca Juga: Kenapa Meghan Markle Sering Di-bully di Sosmed?

Jika dia meninggalkan jabatannya, hal itu dapat menggemparkan dunia kerajaan. Namun, penulis biografi kerajaan Robert Hardman mengatakan kepada The Daily Beast bahwa persetujuan dari Pangeran William tetap diperlukan agar diskusi yang bermakna antara Charles dan Harry dapat terjadi.

"Apa pun yang dilakukan Raja harus dilakukan bersama-sama dengan kedua saudara itu, bukan hanya satu. Ia tidak dapat melakukan diskusi sepihak jika William tidak setuju," kata Hardman.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!