Kontroversi Ibu Negara Korea Selatan, Diungkap lewat Film Dokumenter First Lady

Rabu, 11 Desember 2024 - 21:00 WIB
Namun, Majelis Nasional mengeluarkan resolusi yang menuntut pengakhiran darurat militer pada 4 Desember 2024.

Selanjutnya, Majelis Nasional melangsungkan pemungutan suara untuk mosi pemakzulan terhadap Presiden Yoon pada 7 Desember 2024. Mosi tersebut gagal, setelah anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat memilih meninggalkan sidang pleno. Sebagai tanggapan, partai-partai oposisi mengumumkan rencana untuk mengajukan mosi pemakzulan kedua

Dalam konteks ini, perilisan First Lady membawa dampak yang lebih besar, karena film ini semakin mempertegas isu-isu yang melibatkan kekuasaan pribadi Kim Keon Hee, yang diduga telah disalahgunakan.

Diharapkan First Lady dapat menjadi bahan perbincangan yang hangat di Korea Selatan dan di luar negeri.

Kontroversi Kim Keon Hee

Sebagai informasi, film ini akan menampilkan penampilan dari beberapa tokoh, terkait dengan kontroversi masa lalu yang melibatkan Kim Keon Hee. Termasuk di antaranya adalah Pendeta Choi Jae Young, yang menghadiahkan sebuah tas Dior.

Disusul dengan kemunculan Lee Myung Soo, seorang jurnalis dari Voice of Seoul, yang mengungkapkan isi percakapan panjangnya dengan Kim Keon Hee selama lebih dari tujuh jam saat pemilihan presiden ke-20.

Selain itu, tokoh lain yang juga akan muncul adalah Chung Dae Taek, seorang pebisnis yang terlibat dalam sengketa hukum dengan keluarga Kim Keon Hee selama lebih dari sepuluh tahun.

Tak hanya itu, akan tercuat lebih dalam kontroversi lainnya yaitu dugaan pemalsuan latar belakang akademik, plagiarisme tesis, serta keterlibatan dengan okultisme. Film ini juga menyoroti dugaan bahwa Kim Keon Hee telah mengintervensi kebijakan pemerintah, seperti perubahan rute jalan tol Yangpyeong yang diduga melibatkan dirinya, yang mana itu bukan tugas dari seorang istri presiden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!