Tur Eras Taylor Swift Berakhir, Raup Pendapatan Rp32 Triliun
Selasa, 17 Desember 2024 - 10:20 WIB
Swift menghabiskan delapan malam di London dan enam malam di kota-kota, seperti Toronto, Los Angeles dan Singapura. Sementara, dia melewatkan kota-kota terdekat yang pernah dia kunjungi dalam tur sebelumnya, seperti Ottawa dan Pasadena.
Asumsi bisnis yang mendasari keuntungan besar ini adalah bahwa Swifties akan bepergian dan membayar banyak uang untuk tiket, di mana pun Taylor Swift tampil. Ternyata benar, semua pertunjukannya terjual habis.
Bermain di lebih sedikit kota berarti lebih sedikit uang yang dihabiskan untuk produksi, perjalanan dan tenaga kerja, yang pada gilirannya berarti lebih banyak keuntungan bagi Swift dan timnya.
"Ini secara signifikan mengurangi biaya overhead tur," kata Nathan Hubbard, mantan CEO Ticketmaster yang mendirikan firma manajemen Firebird.
Asumsi bisnis yang mendasari keuntungan besar ini adalah bahwa Swifties akan bepergian dan membayar banyak uang untuk tiket, di mana pun Taylor Swift tampil. Ternyata benar, semua pertunjukannya terjual habis.
Bermain di lebih sedikit kota berarti lebih sedikit uang yang dihabiskan untuk produksi, perjalanan dan tenaga kerja, yang pada gilirannya berarti lebih banyak keuntungan bagi Swift dan timnya.
"Ini secara signifikan mengurangi biaya overhead tur," kata Nathan Hubbard, mantan CEO Ticketmaster yang mendirikan firma manajemen Firebird.
Lihat Juga :