Putri Handayani Menuju Puncak Gunung Vinson Antartika, Sempurnakan Gelar The Explorer’s Grand Slam

Jum'at, 27 Desember 2024 - 11:24 WIB
Kendati sangat ekstrim catatan pendakian Mount Vinson termasuk menakjubkan. Dari lebih 1.200 pendaki yang pernah mendaki gunung ini tidak ada catatan buruk, termasuk kematian pendaki. Musim pendakian terbaik biasanya dilakukan pada akhir hingga awal tahun.

Pendakian Vinson membutuhkan kekuatan fisik terutama menghadapi suhu sangat rendah. Selain itu juga teknik pendakian gunung es dan salju. Setiap pendaki membawa sendiri peralatan, perlengkapan dan logistiknya. Rata-rata seorang pendaki bisa membawa total 35-45 kg beban yang dibagi antara lain 10-15 kg di ransel dan selebihnya antara 25-30 kg diangkut memakai sled yang ditarik oleh pendaki.

Menurutnya, persiapan untuk pendakian kali ini sama dengan pendakian sebelumnya, mencakup fisik, mental, medical, logistik, dan finansial. “Namun yang secara khusus lebih ditekankan kali ini adalah persiapan medical, karena dari pendakian sebelumnya mengalami sesak nafas, nyeri di bagian dada dan batuk parah justru ketika turun,” ujar Putri.

Pendakian Putri Handayani di Gunung Vinson akan diawali dari Base Camp yang terletak di Brandscom Glacier (ketinggian 2.100 mdpl). Kemah utama hanya berdiri pada saat musim pendakian. Selebihnya hanyalah sebuah hamparan salju kosong.

Pendaki ditantang oleh sudut elevasi hingga 45 derajat yang cukup melelahkan. Pendakian juga lebih teknikal, karena mulai memakai peralatan ascending dengan tali tetap untuk menambah ketinggian. Bila cuaca berkawan pendakian menuju Camp 2, kemudian melanjutkan babak pendakian yang paling ditunggu keesokan harinya, yaitu mencapai puncak.

Sebagai catatan, total pendaki Indonesia yang telah memuncaki Vinson baru 11 orang, di antaranya 4 orang dari Wanadri Bandung, 6 orang dari Mahitala Unpar Bandung, dan 1 dari Mapala UI Jakarta. Dari 11 pendaki tersebut 9 di antaranya pendaki pria, sehingga baru dua orang pendaki perempuan yang berhasil. Putri Handayani akan menambah daftar pendaki putri ketiga dari Indonesia yang berdiri di atap tertinggi belahan selatan bumi tersebut.

Setahun lalu, pada Desember 2023, ia menorehkan namanya sebagai orang Indonesia pertama yang sukses mencapai titik 90 derajat Lintang Selatan di Kutub Selatan. Atas prestasi tersebut Museum Rekor Indonesia (MURI) menganugerahi piagam dan medali penghargaan.

Putri Handayani tak sendiri. Guna menjalankan ekspedisi tersebut, ia juga didukung oleh berbagai pihak. Antara lain Indonesia National Olympic Committee (KOI), Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), Ikatan Alumni Fakultas Teknik UI (ILUNI FTUI), Kamuka Parwata Fakultas Teknik UI (KAPA FTUI), dan Yayasan KAPA FTUI.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!