Glass Ceiling, Hambatan bagi Perempuan dalam Berkarier

Selasa, 01 September 2020 - 19:46 WIB
Dalam jurnal berjudul “The Glass Ceiling Effect”, profesor David A. Cotter dan ketiga peneliti lainnya menyebutkan, ada empat kriteria khusus untuk bisa menyimpulkan bahwa terdapat fenomena glass ceiling di sebuah lingkungan kerja.

Keempat kriteria tersebut, yaitu pertama, ada perbedaan perlakuan atau pendapatan yang mencolok terkait ras atau gender, tapi bukan karena latar pendidikan, pengalaman, kemampuan, dan karakteristik lain yang berhubungan dengan pekerjaan.

Kedua, ada perbedaan perlakuan berdasarkan gender atau ras yang lebih besar pada mereka yang berpendapatan tinggi.

Ketiga, ada ketidaksetaraan gender atau ras terhadap kesempatan kenaikan jabatan.

Terakhir, ketidaksetaraan gender atau ras yang meningkat seiring berjalannya karier seseorang. (Baca Juga: Jangan Takut Dikritik! Ini 7 Gejala yang Mesti Kamu Hilangkan Biar Bisa Kuat Mental )



Foto: Shutterstock

Efek Fenomena Glass Ceiling

Melansir healthline, sebuah studi yang dipublikasikan pada 2019 oleh Blue Eyes Intelligence Engineering & Sciences Publication mengungkapkan bahwa fenomena glass ceiling berdampak langsung pada tingkat stres karyawan perempuan.

Stres yang terjadi secara berkepanjangan (kronis) akan membuat munculnya sejumlah penyakit serius dalam tubuh, seperti jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, studi lain dari PubMed Central menjelaskan bahwa diskriminasi gender di tempat kerja yang mencakup kesempatan yang tidak setara dan kesenjangan upah, berkemungkinan menjadi faktor munculnya rasa cemas dan depresi yang dialami perempuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!