Meghan Markle Pertimbangkan Buat Buku Pascacerai dari Pangeran Harry, Tim Bertemu Penerbit

Senin, 20 Januari 2025 - 12:20 WIB
Baca Juga: Meghan Markle Dikuliti Mantan Staf, Tabiat Aslinya Disebut Buruk

Di sisi lain, Duke dan Duchess of Sussex sebelumnya menandatangani kontrak senilai USD20 juta atau Rp327 miliar dengan Spotify pada 2020 untuk memproduksi podcast. Namun, menurut Vanity Fair, pasangan ini kesulitan mengembangkan konsep yang dapat dipasarkan.

Ide-ide seperti mewawancarai tokoh-tokoh kontroversial atau memperbaiki masalah dunia setiap minggu dilaporkan ditolak. Bahkan, beberapa karyawan Spotify mengklaim bahwa Beyonce dan Taylor Swift menolak undangan dari Sussex untuk tampil di podcast mereka. Akibatnya, kesepakatan besar dengan Spotify pun berakhir tanpa hasil yang signifikan.

"Mereka menginginkan tema besar yang dapat menjelaskan dunia, tetapi mereka tidak punya ide. Saya tidak tahu apa minat (Harry) selain polo. Tidak tahu seperti apa kehidupan batinnya," paparnya.

Selain kabar tentang buku dan podcast, artikel Vanity Fair juga menyoroti reaksi negatif dari warga Montecito terhadap rencana perempuan 43 tahun itu untuk meluncurkan merek gaya hidup baru, American Riviera Orchard. "Ini semacam penipuan. Dia hanya mencari cara apa pun untuk mendapatkan uang," ucapnya.

Baca Juga: Meghan Markle Dicibir Jalani Peran Ganda, Diminta Tiru Gaya Taylor Swift
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!