Meghan Markle Pertimbangkan Buat Buku Pascacerai dari Pangeran Harry, Tim Bertemu Penerbit
Senin, 20 Januari 2025 - 12:20 WIB
Foto/Getty Images
Baca Juga: Meghan Markle Bikin Masalah Lagi, Blak-blakan Sindir Donald Trump
“Dia (Meghan) terus-menerus bermain catur—bukan catur dalam arti strategis, tetapi dia sangat menyadari posisi setiap orang di ‘papan’ miliknya. Jika Anda tidak ikut bermain sesuai dengan aturannya, Anda bisa saja dilempar ke ‘serigala’ kapan saja,” kata seorang sumber kepada Vanity Fair.
"Itu seperti membicarakan sesuatu di belakang Anda. Anda bisa dimarahi bahkan jika seseorang tidak meninggikan suaranya. (Lucu) bahwa orang tidak bisa membedakan antara energi saat dimarahi dan seseorang yang benar-benar berteriak kepada Anda," lanjutnya.
Beberapa mantan staf bahkan mengaku menjalani terapi setelah bekerja dengan adik ipar Pangeran William itu. Salah satu karyawan podcast Archetypes, misalnya, dilaporkan mengambil cuti setelah hanya tiga episode sebelum memutuskan berhenti.
"Saya pikir jika Meghan mengakui kekurangannya sendiri atau kontribusi pribadinya terhadap situasi daripada terjebak dalam narasi korban, persepsinya mungkin akan lebih baik," jelasnya.
Baca Juga: Meghan Markle Bikin Masalah Lagi, Blak-blakan Sindir Donald Trump
“Dia (Meghan) terus-menerus bermain catur—bukan catur dalam arti strategis, tetapi dia sangat menyadari posisi setiap orang di ‘papan’ miliknya. Jika Anda tidak ikut bermain sesuai dengan aturannya, Anda bisa saja dilempar ke ‘serigala’ kapan saja,” kata seorang sumber kepada Vanity Fair.
"Itu seperti membicarakan sesuatu di belakang Anda. Anda bisa dimarahi bahkan jika seseorang tidak meninggikan suaranya. (Lucu) bahwa orang tidak bisa membedakan antara energi saat dimarahi dan seseorang yang benar-benar berteriak kepada Anda," lanjutnya.
Beberapa mantan staf bahkan mengaku menjalani terapi setelah bekerja dengan adik ipar Pangeran William itu. Salah satu karyawan podcast Archetypes, misalnya, dilaporkan mengambil cuti setelah hanya tiga episode sebelum memutuskan berhenti.
"Saya pikir jika Meghan mengakui kekurangannya sendiri atau kontribusi pribadinya terhadap situasi daripada terjebak dalam narasi korban, persepsinya mungkin akan lebih baik," jelasnya.
Lihat Juga :