18 Pantangan Imlek yang Bikin Sial, Hindari Agar Tetap Beruntung
Rabu, 22 Januari 2025 - 10:20 WIB
Memotong rambut juga dihindari karena diyakini membawa kesialan bagi paman. Namun, semakin umum untuk memotong atau mengubah gaya rambut sebelum Tahun Baru Imlek sebagai simbol penampilan baru dan harapan untuk kekayaan baru di tahun mendatang.
Pada hari pertama dan kedua Tahun Baru Imlek, mencuci pakaian dihindari karena hari-hari tersebut dianggap sebagai perayaan kelahiran dewa air, dan mencuci pakaian dianggap tidak menghormatinya.
Air juga melambangkan kekayaan, sehingga membuang air setelah mencuci diyakini dapat mengundang limpahan rezeki. Tradisi ini mencerminkan penghormatan terhadap elemen air dan harapan akan keberuntungan.
Pada Tahun Baru Imlek, pekerjaan menjahit, termasuk menjahit kancing, dihindari dari hari pertama hingga hari kelima bulan lunar pertama. Hal ini didasarkan pada kepercayaan bahwa menjahit selama periode ini dapat membawa tahun yang sulit di masa mendatang. Tradisi ini mencerminkan harapan untuk kehidupan yang lebih mudah dan bebas dari kesulitan.
Pada hari pertama Tahun Baru Imlek, gunting dan pisau dihindari. Gunting dianggap simbol pertengkaran, sehingga penggunaannya diyakini dapat mengundang konflik di tahun mendatang.
Sementara itu, penggunaan pisau dihindari karena kecelakaan yang melibatkan pisau, baik melukai orang atau peralatan, dianggap membawa kesialan dan kehilangan kekayaan. Tradisi ini mencerminkan upaya menjaga harmoni dan keberuntungan.
Dalam tradisi Tahun Baru Imlek, uang dalam amplop merah harus diberikan dalam jumlah genap, karena angka genap melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Namun, angka sial seperti 4 dan 40 harus dihindari, karena angka 4 dalam bahasa Tionghoa berarti kematian. Tradisi ini mencerminkan harapan untuk keberuntungan dan kemakmuran bagi penerima.
Baca Juga: Ruben Onsu Rayakan Imlek dengan Tradisi Yu Sheng, Dipercaya Membawa Keberuntungan
Pada Tahun Baru Imlek, hadiah seperti jam, gunting, dan buah pir sebaiknya dihindari karena memiliki makna buruk dalam budaya Tionghoa, seperti simbol perpisahan atau ketidakberuntungan. Tradisi ini bertujuan untuk menjaga hubungan baik dan membawa keberuntungan bagi penerima.
Memecahkan barang seperti mangkuk, piring, gelas, vas, atau cermin saat Tahun Baru Imlek dianggap membawa nasib buruk, kerugian finansial, atau perpecahan keluarga. Jika terjadi secara tidak sengaja, pecahan biasanya dibungkus dengan kertas merah, sambil mengucapkan “Sui sui ping’an” yang berarti “sepanjang tahun aman dan sehat.”
Ini dilakukan untuk mengubah makna negatif menjadi doa keberuntungan, karena kata sui (pecah) terdengar sama dengan sui (tahun) dalam bahasa Mandarin.
6. Tidak Mencuci Pakaian
Pada hari pertama dan kedua Tahun Baru Imlek, mencuci pakaian dihindari karena hari-hari tersebut dianggap sebagai perayaan kelahiran dewa air, dan mencuci pakaian dianggap tidak menghormatinya.
Air juga melambangkan kekayaan, sehingga membuang air setelah mencuci diyakini dapat mengundang limpahan rezeki. Tradisi ini mencerminkan penghormatan terhadap elemen air dan harapan akan keberuntungan.
7. Hindari Menjahit
Pada Tahun Baru Imlek, pekerjaan menjahit, termasuk menjahit kancing, dihindari dari hari pertama hingga hari kelima bulan lunar pertama. Hal ini didasarkan pada kepercayaan bahwa menjahit selama periode ini dapat membawa tahun yang sulit di masa mendatang. Tradisi ini mencerminkan harapan untuk kehidupan yang lebih mudah dan bebas dari kesulitan.
8. Tidak Gunakan Gunting dan Pisau
Pada hari pertama Tahun Baru Imlek, gunting dan pisau dihindari. Gunting dianggap simbol pertengkaran, sehingga penggunaannya diyakini dapat mengundang konflik di tahun mendatang.
Sementara itu, penggunaan pisau dihindari karena kecelakaan yang melibatkan pisau, baik melukai orang atau peralatan, dianggap membawa kesialan dan kehilangan kekayaan. Tradisi ini mencerminkan upaya menjaga harmoni dan keberuntungan.
9. Tidak Memberikan Uang dalam Jumlah Ganjil
Dalam tradisi Tahun Baru Imlek, uang dalam amplop merah harus diberikan dalam jumlah genap, karena angka genap melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Namun, angka sial seperti 4 dan 40 harus dihindari, karena angka 4 dalam bahasa Tionghoa berarti kematian. Tradisi ini mencerminkan harapan untuk keberuntungan dan kemakmuran bagi penerima.
Baca Juga: Ruben Onsu Rayakan Imlek dengan Tradisi Yu Sheng, Dipercaya Membawa Keberuntungan
10. Jangan Memberikan Hadiah Tertentu
Pada Tahun Baru Imlek, hadiah seperti jam, gunting, dan buah pir sebaiknya dihindari karena memiliki makna buruk dalam budaya Tionghoa, seperti simbol perpisahan atau ketidakberuntungan. Tradisi ini bertujuan untuk menjaga hubungan baik dan membawa keberuntungan bagi penerima.
11. Hindari Memecahkan Mangkuk, Piring, Gelas
Memecahkan barang seperti mangkuk, piring, gelas, vas, atau cermin saat Tahun Baru Imlek dianggap membawa nasib buruk, kerugian finansial, atau perpecahan keluarga. Jika terjadi secara tidak sengaja, pecahan biasanya dibungkus dengan kertas merah, sambil mengucapkan “Sui sui ping’an” yang berarti “sepanjang tahun aman dan sehat.”
Ini dilakukan untuk mengubah makna negatif menjadi doa keberuntungan, karena kata sui (pecah) terdengar sama dengan sui (tahun) dalam bahasa Mandarin.
Lihat Juga :