Muncul Video Percobaan Pembunuhan Raja Charles, Mirip Peristiwa Donald Trump

Senin, 27 Januari 2025 - 10:20 WIB
Ia ditangkap sebelum dinyatakan bersalah karena mengancam akan melakukan kekerasan yang melanggar hukum dan dijatuhi hukuman 500 jam pelayanan masyarakat.

Rekaman insiden tersebut menunjukkan Charles bereaksi terhadap tembakan tersebut sebelum Kang - yang mengenakan kaus putih dan celana jins - menyerbu ke atas panggung sementara anak-anak sekolah dan hadirin lainnya yang ketakutan menyaksikannya.

Pengawal Raja, Inspektur Colin Trimming, terlihat mendorong bahu bosnya agar menyingkir sebelum bergegas kembali ke pria bersenjata yang terluka itu untuk menilai ancaman tersebut.

Ia kemudian kembali ke Charles untuk berdiri sebagai tameng manusia di depannya. Komisaris Polisi Metropolitan saat itu memuji pengawal itu. "Saya merasa terhibur dengan kenyataan bahwa ia adalah orang pertama di sisi Pangeran," tuturnya.

Dalam beberapa menit setelah drama itu terjadi, baik Ratu Elizabeth II maupun Putri Diana - yang saat itu telah berpisah dari suaminya selama lebih dari setahun - diberi tahu.

Sekretaris pribadi Raja Charles, Komandan Richard Aylard, menyaksikan momen Kang melancarkan aksinya. "Saya melihat karakter ini berlari sangat, sangat cepat menuju panggung dengan kecepatan pelari cepat 100 meter. Saya melihatnya melepaskan tembakan," tuturnya.

Setelah itu, ada yang menuding siapa yang harus disalahkan atas kelalaian keamanan dengan cara yang mirip dengan apa yang akan terjadi setelah upaya pembunuhan terhadap Trump beberapa dekade kemudian. Akan tetapi, Istana diklaim telah meminta agar tidak ada polisi yang ditempatkan di antara Charles dan masyarakat.

Terry Griffiths, menteri kepolisian New South Wales saat itu, meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan yang lebih ketat. "Tidak seorang pun dapat merasa bangga bahwa sebuah insiden telah terjadi, tetapi tingkat keamanan telah disetujui oleh semua lembaga yang terlibat. Yang Mulia menginginkan tingkat itu," ujarna.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!