Studi: Menggunakan Media Sosial Berlebihan Picu Sifat Mudah Tersinggung
Minggu, 02 Februari 2025 - 23:40 WIB
1. Informasi Berlebihan
Media sosial membanjiri pengguna dengan tren, notifikasi, dan konten yang terus-menerus, yang memicu stres dan perasaan fear of missing out (FOMO).
2. Perbandingan Sosial
Kehidupan yang ditampilkan secara ideal di media sosial membuat pengguna merasa tidak puas dan frustrasi terhadap kehidupan mereka sendiri.
3. Keterlibatan Emosional
Media sosial merangsang otak dengan dopamin melalui interaksi digital, membuat pengguna kecanduan. Ketika mereka harus fokus pada hal lain, perasaan kehilangan pembaruan menimbulkan frustrasi.
4. Konten Ekstrem
Paparan terhadap konten yang memecah belah atau negatif meningkatkan stres emosional dan kejengkelan.
Media sosial membanjiri pengguna dengan tren, notifikasi, dan konten yang terus-menerus, yang memicu stres dan perasaan fear of missing out (FOMO).
2. Perbandingan Sosial
Kehidupan yang ditampilkan secara ideal di media sosial membuat pengguna merasa tidak puas dan frustrasi terhadap kehidupan mereka sendiri.
3. Keterlibatan Emosional
Media sosial merangsang otak dengan dopamin melalui interaksi digital, membuat pengguna kecanduan. Ketika mereka harus fokus pada hal lain, perasaan kehilangan pembaruan menimbulkan frustrasi.
4. Konten Ekstrem
Paparan terhadap konten yang memecah belah atau negatif meningkatkan stres emosional dan kejengkelan.
Lihat Juga :