Jangan Anggap Remeh Nyeri Haid, Bisa Jadi Tanda Gangguan Kesuburan

Senin, 17 Februari 2025 - 12:53 WIB
Berganti-ganti pasangan juga dapat meningkatkan risiko infertilitas. Ini menjadi penting untuk diwaspadai, mengingat Jakarta adalah kota dengan tingkat mobilitas yang tinggi dan gaya hidup yang lebih bebas.

“Penyebab utama infertilitas pada wanita adalah gangguan ovulasi, yang membuat sel telur tidak dapat dilepaskan dengan baik. Selain itu, masalah pada tuba fallopi yang tersumbat atau infeksi pada organ reproduksi juga dapat menyebabkan kesulitan untuk hamil. Hal ini berhubungan dengan terhambatnya pertemuan antara sel telur dan sperma,” tegas dr. Surya.

“Infertilitas juga dapat dipicu oleh penurunan jumlah atau kualitas sel telur yang dimiliki wanita. Dalam banyak kasus, wanita yang lebih tua (di atas usia 35 tahun) cenderung mengalami penurunan cadangan telur yang lebih cepat,” timpalnya.

Isu gangguan kesuburan ini pun menjadi sangat penting mengingat adanya tren penurunan angka kelahiran atau depopulasi di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas hidup keluarga, tetapi juga pada masa depan generasi yang akan datang. Faktor gaya hidup, terutama yang terkait dengan kesehatan reproduksi, harus menjadi perhatian utama.

Nah, untuk menjaga kesehatan reproduksi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain;

1. Modifikasi gaya hidup: Pastikan untuk rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu. Mengonsumsi makanan bergizi, membatasi asupan garam, kafein, gula, dan alkohol juga sangat disarankan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!