Komunitas Palestina Serukan Boikot Film Captain America, Hadirkan Pahlawan Israel

Selasa, 18 Februari 2025 - 22:00 WIB
Minggu lalu, Marvel merilis trailer untuk film yang akan dirilis Februari mendatang, yang menggambarkan Sabra sebagai "pejabat tinggi pemerintah AS" alih-alih agen Mossad, yang diperankannya dalam komik.

Pengubahan citra merek tersebut juga menuai kritik dari kelompok dan publikasi pro-Israel, yang melihat langkah tersebut sebagai cara untuk mengurangi representasi Israel dan Yahudi di layar. Namun, hal itu juga tidak banyak membantu menenangkan kelompok pro-Palestina.

"Dengan menghidupkan kembali karakter anti-Palestina, perusahaan-perusahaan ini terlibat dalam propaganda genosida Israel," demikian bunyi sebuah posting di halaman kelompok advokasi tersebut. Posting tersebut juga muncul setelah perilisan Deadpool & Wolverine, sebuah kolaborasi Marvel dan Disney.

"Kami menyerukan pemboikotan langganan Disney+, pernak-pernik Marvel, dan semua pemutaran Captain America: Brave New World," tambah Komite Nasional BDS, Jewish Voice for Peace, dan Movement for Black Lives.

"Perubahan dangkal Disney terhadap karakter tersebut tidak dapat menghapus keterlibatannya selama puluhan tahun dalam propaganda Israel," tulisnya lagi.

Pada 2023, lebih dari 25 organisasi budaya Palestina, termasuk teater dan pusat seni pertunjukan, menyerukan boikot besar-besaran terhadap film tersebut, yang saat itu disebut Captain America: New World Order.

Postingan terbaru tersebut mengakui bahwa meski Sabra tidak akan lagi menggunakan alter-egonya dan akan tetap menjadi Ruth Bat-Seraph — mantan Black Widow — dengan mempertahankan karakternya dalam film tersebut, Disney dan Marvel "terlibat dalam mengagungkan genosida Israel" karena karakter tersebut telah lama mengagungkan kekerasan terhadap warga Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!