Puncak Perayaan Dies Natalis ke-75, FKUI Hadirkan Pentas Wayang Orang
Rabu, 26 Februari 2025 - 15:40 WIB
Menurut dr. Riyadh, Dies Natalis ke-75 FKUI bukan sekadar perayaan tapi juga refleksi perjalanan panjang FKUI dalam mencetak saintis dan profesional medis berkualitas dan mampu berkontribusi bagi bangsa.
"Lebih dari itu, keterlibatan berbagai elemen dalam pagelaran wayang orang, dari mahasiswa hingga guru besar, menunjukkan bahwa FKUI adalah rumah besar yang bersatu dalam satu visi kemajuan ilmu kedokteran untuk kepentingan masyarakat," kata dr. Riyadh.
dr. Riyadh menilai, lebih istimewa, gamelan yang akan mengiringi pementasan wayang orang ini terakhir kali dipentaskan 40 tahun yang lalu, menjadikannya sebuah momen bersejarah dalam perayaan Dies Natalis FKUI.
Dirinya melihat, dengan perpaduan seni pertunjukan wayang orang yang megah dan alunan gamelan klasik, acara ini menjadi perayaan budaya yang memperkuat nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi, serta semangat FKUI dalam menjaga warisan intelektual dan kebudayaan bangsa.
Baca Juga: Raja Charles III Buka Pintu Istana untuk Pangeran Harry Kembali ke Keluarga Kerajaan
Adapun, wayang orang ini disutradarai oleh Arie Dagienkz. Sosok Arie Dagienkz dikenal karena karyanya yang inovatif dalam mengemas seni tradisional dengan sentuhan modern, seperti terlihat dalam pementasan Matajiwa X Matajiwo dan Wayang Orang Rock Ekalaya yang sukses menarik minat generasi muda terhadap budaya wayang.
"Keterlibatan Arie Dagienkz menghadirkan nuansa segar dan relevan dalam pementasan ini, sekaligus menjaga esensi dan nilai-nilai luhur dari seni wayang orang," ujarnya.
Wamenkes Prof. Dante Saksono menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan kedokteran dan kebijakan kesehatan. Terutama dalam mencetak tenaga medis yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Prof. Dante mengapresiasi FKUI atas perannya dalam mencetak tenaga medis berkualitas.
"Lebih dari itu, keterlibatan berbagai elemen dalam pagelaran wayang orang, dari mahasiswa hingga guru besar, menunjukkan bahwa FKUI adalah rumah besar yang bersatu dalam satu visi kemajuan ilmu kedokteran untuk kepentingan masyarakat," kata dr. Riyadh.
dr. Riyadh menilai, lebih istimewa, gamelan yang akan mengiringi pementasan wayang orang ini terakhir kali dipentaskan 40 tahun yang lalu, menjadikannya sebuah momen bersejarah dalam perayaan Dies Natalis FKUI.
Dirinya melihat, dengan perpaduan seni pertunjukan wayang orang yang megah dan alunan gamelan klasik, acara ini menjadi perayaan budaya yang memperkuat nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi, serta semangat FKUI dalam menjaga warisan intelektual dan kebudayaan bangsa.
Baca Juga: Raja Charles III Buka Pintu Istana untuk Pangeran Harry Kembali ke Keluarga Kerajaan
Adapun, wayang orang ini disutradarai oleh Arie Dagienkz. Sosok Arie Dagienkz dikenal karena karyanya yang inovatif dalam mengemas seni tradisional dengan sentuhan modern, seperti terlihat dalam pementasan Matajiwa X Matajiwo dan Wayang Orang Rock Ekalaya yang sukses menarik minat generasi muda terhadap budaya wayang.
"Keterlibatan Arie Dagienkz menghadirkan nuansa segar dan relevan dalam pementasan ini, sekaligus menjaga esensi dan nilai-nilai luhur dari seni wayang orang," ujarnya.
Wamenkes Prof. Dante Saksono menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan kedokteran dan kebijakan kesehatan. Terutama dalam mencetak tenaga medis yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Prof. Dante mengapresiasi FKUI atas perannya dalam mencetak tenaga medis berkualitas.
Lihat Juga :