Unilever Berkomitmen Tinggalkan Bahan Bakar Fosil dalam Produk Pembersih

Jum'at, 04 September 2020 - 03:39 WIB
“Upaya Clean Future adalah visi kami untuk merombak bisnis secara drastis. Sebagai industri, kita harus memutuskan ketergantungan pada bahan bakar fosil, termasuk sebagai bahan baku produk . Kita harus berhenti mengeksploitasi karbon dari bawah tanah ketika tersedia cukup banyak karbon di dalam dan di atas tanah yang dapat kita teliti, untuk kemudian dimanfaatkan dalam skala besar,” kata Peter ter Kulve, President of Home Care Unilever, melalui rilis resminya.

Upaya Clean Future juga telah dimulai di Indonesia, baik di level korporat maupun melalui brand-brand di kategori Home Care.

Direktur Home Care PT Unilever Indonesia , Tbk Veronika Utami menjelaskan, pada 2019 pabrik Powder Non-Soap Detergent (NSD) yang memproduksi Rinso dan Molto mulai menggunakan energi terbarukan, yaitu energi biomassa yang berasal dari cangkang sawit yang bisa diperbarui. Biomassa ini menggantikan penggunaan gas alam sebagai bahan bakar pada proses pengeringan detergen bubuk. (Baca Juga: Mariah Carey Ungkap Perselingkuhannya dengan Derek Jeter lewat Buku )

"Cangkang inti sawit menjadi pilihan karena ketersediaannya melimpah dari Sumatera dan Kalimantan, relatif tahan cuaca saat penyimpanan, dan memiliki kadar abu rendah," kata Veronica.

Sementara, sederet brand Home Care Unilever Indonesia telah mulai menjalankan inisiatif untuk menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan, baik untuk kemasan maupun formulasi produk. Salah satu contoh nyata adalah penggunaan 100% plastik hasil daur ulang untuk botol Rinso, Molto, Wipol, dan Sunlight, yang telah membantu perusahaan tersebut bergerak maju menuju bahan baku terbarukan pada kemasan-kemasannya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!