Film Pendek Laka: Gagapnya Anak Muda Saat Ngebet Pansos

Jum'at, 04 September 2020 - 12:30 WIB


Sebelum bisa menarik kesimpulan atas pertanyaan tersebut, penonton lebih dulu diajak gemas dengan berbagai adegan yang melibatkan Kusnandar, dalam prosesnya mengambil keputusan atas dilema tersebut.

Sementara Viola, dia adalah gambaran remaja yang umum terjadi di kota besar. Punya gaya hidup tinggi, padahal bujet (keluarga) pas-pasan.

Dalam "Laka", pembuat filmnya tampaknya ingin menampilkan ironi ini. Hidup di kota besar bukan berarti pikiran seseorang otomatis bisa terbuka, tapi malah bisa membuatnya terjerumus untuk fokus ke hal-hal yang cuma tampak mata saja, remeh nan receh.



Buat Viola, iPhone adalah senjata praktis Viola untuk pansos (panjat sosial), menaikkan status sosialnya supaya bisa merasa setara dengan teman-temannya. (Baca Juga: Film-film untuk Belajar Memperjuangkan Hubungan yang Penuh Perbedaan )

Sementara teman-temannya, tampaknya memakai iPhone juga cuma sekadar untuk foto-foto narsis dengan teman, pacar, dan pamer makan makanan enak di kafe instagramabledi media sosial.

Tak ada kesadaran bahwa ponsel pun sangat berguna untuk mendapat dan menggali segala jenis informasi lewat internet, untuk mengedukasi diri sendiri tentang berbagai hal.



Ini dibuktikan dengan adegan saat Viola ada di pasar, dan menanyakan sesuatu kepada pedagang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!