Anak Muda Korea Selatan Semakin Takut Menikah dan Melahirkan

Minggu, 23 Maret 2025 - 12:00 WIB
Oleh karena itu, lembaga ini menekankan bahwa perbaikan statistik fertilitas yang bersifat teknis belum cukup menjawab krisis demografi yang terjadi tanpa perubahan persepsi yang lebih fundamental.

Direktur Pusat Penelitian Populasi KPPIF Yoo Hye-jung, menyampaikan bahwa pemerintah dan sektor swasta perlu secara serius mempertimbangkan pendekatan yang lebih komprehensif dan manusiawi dalam mengembangkan kebijakan yang mendukung kehidupan keluarga.

Mulai dari menciptakan lingkungan kerja yang ramah terhadap keluarga hingga memperbaiki sistem cuti orang tua. Serta yang tak kalah penting, memastikan stabilitas perumahan dan bantuan nyata dalam pengasuhan anak agar generasi muda merasa lebih aman dan optimis dalam mengambil keputusan besar seperti menikah dan memiliki anak.

"Meskipun angka kelahiran meningkat secara statistik, persepsi kaum muda tentang pernikahan, kelahiran anak, dan pengasuhan anak tetap sangat negatif," kata Yoo Hye-jung.

Baca Juga: 6 Artis Korea Menikah dengan Keluarga Terkaya, Im Yoo Jin Dipersunting Pewaris Samsung
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!