Pangeran Harry Klaim Dirinya dan Meghan Markle Dipaksa Mundur dari Keluarga Kerajaan
Senin, 21 April 2025 - 10:20 WIB
Pangeran Harry secara terbuka mengungkap bahwa keputusannya bersama Meghan Markle untuk mundur dari keluarga kerajaan bukanlah pilihan yang sepenuhnya sukarela. Foto/People
JAKARTA - Pangeran Harry kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka mengungkap bahwa keputusannya bersama Meghan Markle untuk mundur dari peran sebagai anggota senior keluarga kerajaan bukanlah pilihan yang sepenuhnya sukarela. Dalam sebuah pernyataan melalui pengacaranya di hadapan Royal Courts of Justice, ia menyampaikan merasa diperlakukan secara tidak adil dan bahkan dipaksa mundur dari kerajaan.
Dalam sidang yang berlangsung di London, pengacara Pangeran Harry , Shaheed Fatima KC, mengajukan argumen bahwa kliennya menerima perlakuan yang berbeda dan tidak setara dari Komite Eksekutif untuk Perlindungan Keluarga Kerajaan dan Tokoh Publik (Ravec). Ia menyebut, keputusan mengenai keamanan Harry dilakukan melalui prosedur yang dibuat khusus dan terkesan diskriminatif.
“Proses yang diterapkan kepada Pangeran Harry bukan hanya berbeda, tapi juga merugikan. Ia diperlakukan dengan cara yang tidak dapat dibenarkan dan lebih rendah dari standar yang seharusnya berlaku,” kata Fatima seperti dikutip dari Mirror, Senin (21/4/2025).
Lebih lanjut, tim hukum Harry menyoroti bahwa keputusan keamanan terhadap Duke of Sussex tidak melibatkan Royal and VIP Executive Committee (RMB), serta menilai bahwa alasan kehadiran pangeran 40 tahun itu di sebuah acara dipermasalahkan. Padahal seharusnya tidak relevan dalam konteks pengamanan.
Dalam sidang yang berlangsung di London, pengacara Pangeran Harry , Shaheed Fatima KC, mengajukan argumen bahwa kliennya menerima perlakuan yang berbeda dan tidak setara dari Komite Eksekutif untuk Perlindungan Keluarga Kerajaan dan Tokoh Publik (Ravec). Ia menyebut, keputusan mengenai keamanan Harry dilakukan melalui prosedur yang dibuat khusus dan terkesan diskriminatif.
“Proses yang diterapkan kepada Pangeran Harry bukan hanya berbeda, tapi juga merugikan. Ia diperlakukan dengan cara yang tidak dapat dibenarkan dan lebih rendah dari standar yang seharusnya berlaku,” kata Fatima seperti dikutip dari Mirror, Senin (21/4/2025).
Lebih lanjut, tim hukum Harry menyoroti bahwa keputusan keamanan terhadap Duke of Sussex tidak melibatkan Royal and VIP Executive Committee (RMB), serta menilai bahwa alasan kehadiran pangeran 40 tahun itu di sebuah acara dipermasalahkan. Padahal seharusnya tidak relevan dalam konteks pengamanan.
Lihat Juga :