Pergeseran Pasar Pre-Loved: Konsumen Kini Tuntut Transaksi Privat dan Pencairan Instan Dimanapun
Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:11 WIB
loading...
Memasuki paruh kedua tahun 2026, fungsi barang mewah di kalangan masyarakat urban mengalami pergeseran yang cukup signifikan.
A
A
A
JAKARTA - Memasuki paruh kedua tahun 2026, fungsi barang mewah di kalangan masyarakat urban mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Koleksi bernilai tinggi seperti tas desainer, perhiasan, dan jam tangan mewah kini tak sekadar menjadi simbol status sosial atau penunjang gaya hidup, tetapi makin diandalkan sebagai instrumen likuiditas finansial yang dapat dicairkan secara cepat.
Valuasi barang mewah di pasar sekunder (pre-loved) terus menunjukkan tren penguatan. Di pasar lelang global, barang-barang tersebut terbukti mampu mempertahankan nilai ritel awalnya, mengukuhkan statusnya sebagai aset alternatif yang sangat likuid.
Namun di tingkat domestik, melikuidasi aset bernilai miliaran rupiah bukanlah tanpa kendala. Bagi kaum urban di kota-kota metropolitan seperti Jakarta atau Surabaya, mobilitas yang padat sering kali menjadi hambatan utama.
Tingginya volume kendaraan yang memicu kemacetan parah membuat banyak pemilik aset enggan untuk sekadar keluar rumah menuju butik atau balai lelang.
Selain faktor efisiensi waktu, isu keamanan dan kerahasiaan (privasi) menjadi pertimbangan krusial. Membawa tas desainer, jam tangan mewah, hingga perhiasan bermerek melintasi ruang publik tentu memunculkan risiko keamanan tersendiri.
Valuasi barang mewah di pasar sekunder (pre-loved) terus menunjukkan tren penguatan. Di pasar lelang global, barang-barang tersebut terbukti mampu mempertahankan nilai ritel awalnya, mengukuhkan statusnya sebagai aset alternatif yang sangat likuid.
Namun di tingkat domestik, melikuidasi aset bernilai miliaran rupiah bukanlah tanpa kendala. Bagi kaum urban di kota-kota metropolitan seperti Jakarta atau Surabaya, mobilitas yang padat sering kali menjadi hambatan utama.
Tingginya volume kendaraan yang memicu kemacetan parah membuat banyak pemilik aset enggan untuk sekadar keluar rumah menuju butik atau balai lelang.
Selain faktor efisiensi waktu, isu keamanan dan kerahasiaan (privasi) menjadi pertimbangan krusial. Membawa tas desainer, jam tangan mewah, hingga perhiasan bermerek melintasi ruang publik tentu memunculkan risiko keamanan tersendiri.
Lihat Juga :