Pangeran Harry Ingin Damai dengan Raja Charles sebelum Terlambat: Tidak Ada Gunanya Terus Bertikai

Senin, 05 Mei 2025 - 04:30 WIB
Suami Meghan Markle itu menyiratkan penyesalan atas konflik yang telah berlangsung cukup lama. Ia menegaskan bahwa tak ada yang tahu berapa banyak waktu yang tersisa, sehingga rekonsiliasi menjadi lebih mendesak.

Namun, keinginan untuk berdamai tersebut terjadi di tengah memburuknya relasi Duke of Sussex dengan institusi kerajaan. Baru-baru ini, ia mengalami kekalahan hukum atas upaya bandingnya untuk mendapatkan kembali perlindungan keamanan yang sebelumnya disediakan negara ketika ia masih aktif sebagai anggota senior keluarga kerajaan.

Keputusan pengadilan menolak bandingnya, menyatakan bahwa perlindungan dari dana publik tak berlaku bagi bangsawan yang tidak lagi menjalankan tugas resmi kerajaan.

Pangeran 40 tahun itu tak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut keputusan tersebut bukan hanya persoalan hukum, melainkan juga menunjukkan tekanan politik internal.

Baca Juga: Meghan Markle Larang Pangeran Harry Temui Raja Charles III di Inggris

"Saya hancur, bukan hanya karena kekalahannya, tetapi karena orang-orang di balik keputusan ini yang menganggap hal ini dapat diterima," jelasnya.

"Apakah ini kemenangan bagi mereka? Saya yakin ada orang di luar sana, mungkin mereka yang ingin mencelakai saya, yang melihatnya seperti itu," tambahnya.

Lebih lanjut, putra bungsru Charles dan mendiang Putri Diana itu mengungkapkan ayahnya belum bersedia berdialog dengannya secara langsung karena isu keamanan yang belum terselesaikan. Hal ini menjadi alasan utama mengapa ia merasa tidak mungkin membawa Meghan Markle dan anak-anak mereka kembali ke Inggris dalam waktu dekat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!