Serangan Jantung dan Asam Lambung Sering Tertukar, Ini Perbedaannya
Senin, 05 Mei 2025 - 21:00 WIB
Gejala khas serangan jantung mencakup nyeri atau tekanan hebat di dada, digambarkan seperti ada beban berat menekan, yang menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung. Kondisi ini sering disertai sesak napas, mual, keringat dingin, dan rasa lemas.
Dilansir dari Times of India, Senin (5/5/2025), tidak seperti gangguan pencernaan, gejala ini tidak membaik hanya dengan obat rumahan atau antasida.
Asam lambung, atau yang dikenal juga dengan istilah heartburn, umumnya disebabkan oleh naiknya asam dari lambung ke kerongkongan. Kondisi ini sangat lazim terjadi, terutama karena kebiasaan makan makanan yang kaya rempah dan berlemak.
Gejalanya berupa sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam di mulut, serta ketidaknyamanan setelah makan. Gejala ini biasanya reda dengan konsumsi antasida dan sering kali tidak menjalar ke bagian tubuh lain seperti yang terjadi pada serangan jantung.
Baca Juga: 10 Gerakan Yoga sebelum Makan untuk Meredakan Asam Lambung
Salah satu cara untuk membedakan dua kondisi ini adalah dengan mengenali pola nyeri. Nyeri akibat serangan jantung cenderung menyebar ke luar area dada dan bisa muncul kapan saja, tidak harus setelah makan.
Dilansir dari Times of India, Senin (5/5/2025), tidak seperti gangguan pencernaan, gejala ini tidak membaik hanya dengan obat rumahan atau antasida.
Apa itu Asam Lambung?
Asam lambung, atau yang dikenal juga dengan istilah heartburn, umumnya disebabkan oleh naiknya asam dari lambung ke kerongkongan. Kondisi ini sangat lazim terjadi, terutama karena kebiasaan makan makanan yang kaya rempah dan berlemak.
Gejalanya berupa sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam di mulut, serta ketidaknyamanan setelah makan. Gejala ini biasanya reda dengan konsumsi antasida dan sering kali tidak menjalar ke bagian tubuh lain seperti yang terjadi pada serangan jantung.
Baca Juga: 10 Gerakan Yoga sebelum Makan untuk Meredakan Asam Lambung
Perbedaan Serangan Jantung dan Asam Lambung
Salah satu cara untuk membedakan dua kondisi ini adalah dengan mengenali pola nyeri. Nyeri akibat serangan jantung cenderung menyebar ke luar area dada dan bisa muncul kapan saja, tidak harus setelah makan.
Lihat Juga :