10 Negara dengan Jumlah Perempuan Lebih Banyak daripada Laki-laki

Selasa, 10 Juni 2025 - 07:00 WIB
Perempuan di Armenia mewakili sekitar 53,61 persen dari keseluruhan populasi, menempatkan negara ini di urutan ketiga dalam daftar. Situasi ekonomi yang penuh tantangan, mirip dengan kondisi di negara tetangganya, Georgia, membuat banyak laki-laki Armenia memilih merantau ke luar negeri demi mendapatkan pekerjaan.

Kendati jumlah perempuan di Armenia cukup dominan, mereka masih menghadapi ketimpangan gender, terutama dalam hal penghasilan dan partisipasi yang setara di dunia kerja.

4. Rusia



Sejak berakhirnya Perang Dunia II, Rusia secara konsisten mencatat jumlah perempuan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sebuah tren yang berlangsung sejak pertengahan abad ke-20. Saat ini, perempuan Rusia memiliki harapan hidup yang rata-rata 11 tahun lebih panjang dibandingkan pria.

Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh banyaknya korban laki-laki dalam peperangan, tetapi juga diperparah oleh tingginya angka kecanduan serta berbagai masalah kesehatan yang banyak dialami oleh laki-laki Rusia. Faktor-faktor inilah yang menjadikan Rusia berada di posisi keempat dalam daftar negara dengan dominasi jumlah perempuan dalam populasinya.

5. Ukraina



Ukraina, yang menempati peringkat kelima, termasuk dalam jajaran negara-negara Eropa Timur yang menghadapi tantangan serupa dalam struktur demografis dan sosial. Perempuan di Ukraina memiliki harapan hidup sekitar 10 tahun lebih panjang dibandingkan laki-laki.

Walaupun tingkat pendidikan perempuan Ukraina tergolong tinggi, setara dengan perempuan di Belarus. Di mana mereka masih menghadapi ketimpangan pendapatan, dengan rata-rata penghasilan hanya mencapai 80 persen dari yang diperoleh laki-laki.

Baca Juga: 7 Negara dengan Tingkat Kesuburan Tertinggi di Dunia, Seluruhnya dari Afrika

6. Georgia



Georgia, yang dikenal sebagai tempat kelahiran anggur, berada di posisi keenam dalam daftar ini. Perempuan di negara tersebut mencakup sekitar 53,4 persen dari total populasi. Seperti halnya negara-negara bekas Uni Soviet lainnya, Georgia juga menunjukkan kesenjangan harapan hidup yang mencolok antara jenis kelamin.

Di negara ini, perempuan hidup rata-rata sembilan tahun lebih lama dibandingkan laki-laki. Selain itu, banyak pria Georgia yang memilih bekerja di luar negeri demi penghasilan yang lebih baik, sehingga turut memperbesar ketimpangan jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di dalam negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!