Sakit Tenggorokan Tajam seperti Disayat Silet Jadi Gejala Covid-19 Varian Nimbus
Rabu, 11 Juni 2025 - 20:40 WIB
2. Batuk ringan namun menetap
3. Demam ringan hingga sedang
4. Nyeri otot dan sendi
5. Hidung tersumbat atau meler
Namun, penting dipahami bahwa gejala bisa sangat bervariasi pada setiap individu. Beberapa orang bahkan hanya merasakan gejala ringan, sementara yang lain bisa mengalami gejala lebih kompleks, terutama bagi mereka dengan kondisi kesehatan yang sudah rentan.
Meskipun varian nimbus ini tidak menunjukkan tanda-tanda menyebabkan penyakit yang lebih parah dibanding varian omicron sebelumnya, namun tingkat penularannya tergolong tinggi. Data awal menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kasus di Asia, terutama di India dan wilayah Asia Tenggara lainnya.
Menurut pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini risiko tambahan terhadap masyarakat global dinilai masih rendah. Namun, pemantauan ketat terus dilakukan, terutama terhadap perubahan perilaku virus dan efikasi vaksin terhadap varian ini.
Baca Juga: WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Para ahli menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 yang ada saat ini, termasuk dosis booster, masih efektif dalam mencegah gejala parah, rawat inap, dan kematian akibat infeksi varian ini. Oleh karena itu, vaksinasi tetap menjadi lini pertahanan utama dalam menghadapi evolusi varian virus.
3. Demam ringan hingga sedang
4. Nyeri otot dan sendi
5. Hidung tersumbat atau meler
Namun, penting dipahami bahwa gejala bisa sangat bervariasi pada setiap individu. Beberapa orang bahkan hanya merasakan gejala ringan, sementara yang lain bisa mengalami gejala lebih kompleks, terutama bagi mereka dengan kondisi kesehatan yang sudah rentan.
Tingkat Penularan dan Risiko
Meskipun varian nimbus ini tidak menunjukkan tanda-tanda menyebabkan penyakit yang lebih parah dibanding varian omicron sebelumnya, namun tingkat penularannya tergolong tinggi. Data awal menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kasus di Asia, terutama di India dan wilayah Asia Tenggara lainnya.
Menurut pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini risiko tambahan terhadap masyarakat global dinilai masih rendah. Namun, pemantauan ketat terus dilakukan, terutama terhadap perubahan perilaku virus dan efikasi vaksin terhadap varian ini.
Baca Juga: WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Efektivitas Vaksin dan Pencegahan
Para ahli menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 yang ada saat ini, termasuk dosis booster, masih efektif dalam mencegah gejala parah, rawat inap, dan kematian akibat infeksi varian ini. Oleh karena itu, vaksinasi tetap menjadi lini pertahanan utama dalam menghadapi evolusi varian virus.
Lihat Juga :