Kolaborasi IRRA–Mandaya Royal Hospital Puri, Langkah Strategis Perluas Terapi Apheresis
Minggu, 15 Juni 2025 - 00:05 WIB
IRRA bekerjasama dengan Mandaya Royal Hospital Puri, salah satu rumah sakit yang unggul pada penanganan penyakit darah, neuromuskular, dan penyakit langka lainnya. Keunggulan Mandaya dalam layanan spesialis dan pendekatan multidisiplin menjadikannya mitra strategis dalam memperluas akses terhadap terapi apheresis di Indonesia.
Heru Firdausi Syarif, Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, menyampaikan bahwa kerjasama ini adalah langkah nyata IRRA dalam mendukung pengembangan layanan medis berbasis teknologi di Indonesia. Heru mengungkapkan, “Kami percaya bahwa setiap pasien, terutama yang menghadapi penyakit serius seperti kanker darah atau gangguan autoimun, berhak mendapatkan akses terhadap terapi terbaik. Melalui dukungan kami kepada Mandaya Royal Hospital Puri, kami ingin memastikan teknologi apheresis tidak hanya menjadi wacana, tapi benar-benar bisa diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.”
Dr. Ben Widaja selaku Presiden Direktur dari Mandaya Hospital Grup menambahkan, “Kami menyambut baik kolaborasi dengan IRRA karena kehadiran terapi apheresis bisa melengkapi layanan di pusat kanker terpadu maupun pusat neurologi Mandaya. Tentunya, dengan ini diharapkan pasien tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan akses perawatan, karena Mandaya sudah menghadirkan perawatan yang masih tergolong langka ini.”
Komitmen IRRA dalam Memajukan Layanan Kesehatan di Indonesia
Selain terapi apheresis, pusat kanker dan neurologi Mandaya sebelumnya sudah dipersenjatai dengan peralatan medis canggih, termasuk Digital PET Scan, Transmagnetic Stimulation (TMS), hingga Radioterapi dengan spesifikasi tertinggi di kelasnya. Kini, melalui kolaborasi dengan IRRA, hadir perangkat medis canggih lainnya yang mampu melakukan berbagai prosedur apheresis dengan mengolah darah secara real-time dan menyesuaikan terapi berdasarkan kondisi klinis pasien, sehingga prosedur ini menjadi lebih presisi, cepat, dan aman. Diharapkan, dengan kehadiran teknologi ini, layanan kesehatan di Indonesia akan semakin maju dan tidak lagi tertinggal dari negara-negara tetangga.
Heru Firdausi Syarif, Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, menyampaikan bahwa kerjasama ini adalah langkah nyata IRRA dalam mendukung pengembangan layanan medis berbasis teknologi di Indonesia. Heru mengungkapkan, “Kami percaya bahwa setiap pasien, terutama yang menghadapi penyakit serius seperti kanker darah atau gangguan autoimun, berhak mendapatkan akses terhadap terapi terbaik. Melalui dukungan kami kepada Mandaya Royal Hospital Puri, kami ingin memastikan teknologi apheresis tidak hanya menjadi wacana, tapi benar-benar bisa diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.”
Dr. Ben Widaja selaku Presiden Direktur dari Mandaya Hospital Grup menambahkan, “Kami menyambut baik kolaborasi dengan IRRA karena kehadiran terapi apheresis bisa melengkapi layanan di pusat kanker terpadu maupun pusat neurologi Mandaya. Tentunya, dengan ini diharapkan pasien tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan akses perawatan, karena Mandaya sudah menghadirkan perawatan yang masih tergolong langka ini.”
Komitmen IRRA dalam Memajukan Layanan Kesehatan di Indonesia
Selain terapi apheresis, pusat kanker dan neurologi Mandaya sebelumnya sudah dipersenjatai dengan peralatan medis canggih, termasuk Digital PET Scan, Transmagnetic Stimulation (TMS), hingga Radioterapi dengan spesifikasi tertinggi di kelasnya. Kini, melalui kolaborasi dengan IRRA, hadir perangkat medis canggih lainnya yang mampu melakukan berbagai prosedur apheresis dengan mengolah darah secara real-time dan menyesuaikan terapi berdasarkan kondisi klinis pasien, sehingga prosedur ini menjadi lebih presisi, cepat, dan aman. Diharapkan, dengan kehadiran teknologi ini, layanan kesehatan di Indonesia akan semakin maju dan tidak lagi tertinggal dari negara-negara tetangga.
Lihat Juga :