Zaskia Adya Mecca Terjebak di Mesir, Akses Long March ke Gaza Ditutup Total

Selasa, 17 Juni 2025 - 09:00 WIB
Ia menambahkan bahwa penghalangan terhadap pergerakan dari Kairo menuju Ismailia dilakukan secara sistematis, tidak hanya pada rombongannya, tetapi juga terhadap kelompok lain dari berbagai negara.

“Intinya mereka menahan semua pergerakan dari Kairo menuju Ismailia. Yang terjadi pada kami, banyak dialami oleh peserta lain juga ternyata,” tuturnya.

Situasi yang semakin tegang membuat Zaskia dan rombongan harus mengambil langkah hati-hati. Ia mengaku mendapat saran dari rekan-rekan di Kairo untuk menghentikan sementara semua aktivitas, termasuk long march dan unggahan di media sosial, demi menghindari risiko penahanan atau deportasi.

“Dan juga mereka nunggu celah untuk menahan atau pulangin kita. Jadi temen-temen di Kairo menyarankan, kami berhenti aktivitas long march juga posting sampai keluar dari kota ini,” bebernya.

Dalam kondisi serba diawasi, mereka pun terpaksa bersikap layaknya turis biasa demi mengelabui aparat.

“Karena kita playing tourist, jadi harus terlihat betulan piknik. Naik kapal di Sungai Nile, mungkin kami tergalau si bapak,” paparnya.

Meski dihadapkan pada situasi sulit dan penuh tekanan, semangat Zaskia untuk mendukung perjuangan kemanusiaan tak surut. Ia menegaskan bahwa segala upaya yang mereka lakukan di Mesir adalah bagian dari komitmen yang lebih besar untuk membela Palestina.

“Sedih pastinya, tapi tidak patah semangat! Karena perjuangan justru baru dimulai. Kami nggak akan lelah mencoba semua cara untuk kemerdekaan Palestina,” tandasnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!