Ratu Camilla Jadi Penghalang Rekonsiliasi Raja Charles III dan Pangeran Harry
Kamis, 26 Juni 2025 - 04:30 WIB
Kedekatannya yang telah terjalin selama puluhan tahun serta reputasinya sebagai penasihat rasional membuatnya memiliki suara penting dalam setiap dinamika internal kerajaan.
Penulis biografi kerajaan, Sally Bedell Smith, menyatakan bahwa akar dari keretakan ini adalah masalah kepercayaan yang sudah terlalu dalam. Terlebih lagi, memoar adik ipar Kate Middleton itu yang mengungkap sisi pribadi keluarga kerajaan dinilai membuat luka lama semakin sulit disembuhkan.
Lebih lanjut, Charles dan William dilaporkan meragukan komitmen Harry untuk menjaga privasi keluarga, sebuah poin yang semakin menjauhkan peluang untuk berdamai. Di sisi lain, Harry masih menunjukkan niat terbuka, salah satunya lewat undangan untuk Charles menghadiri Invictus Games di Birmingham pada 2027. Namun sampai saat ini, tidak ada respons dari pihak istana, termasuk dari Camilla.
Baca Juga: Ratu Camilla Tunduk dengan Keputusan Raja Charles III tentang Gelar Kerajaan
Menariknya, ketidakhadiran Camilla di hadapan publik dalam isu ini justru mengisyaratkan pengaruh diam-diam yang dimilikinya. Tanpa adanya sosok pendamai di lingkaran dekat raja, tampaknya tak ada dorongan kuat bagi Charles untuk mengambil langkah sebagai ayah dan merangkul kembali anak bungsunya.
“Pada akhirnya, ketika harus memilih, Raja Charles akan selalu lebih mengutamakan Camilla daripada Harry,” tutur sumber istana kepada Fox News.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa setiap upaya rekonsiliasi akan sangat tergantung pada restu Camilla, sesuatu yang masih jauh dari jangkauan. Terutama mengingat luka emosional mendalam yang belum sembuh sejak Spare dirilis dan berbagai konflik masa lalu yang belum menemukan titik damai.
Penulis biografi kerajaan, Sally Bedell Smith, menyatakan bahwa akar dari keretakan ini adalah masalah kepercayaan yang sudah terlalu dalam. Terlebih lagi, memoar adik ipar Kate Middleton itu yang mengungkap sisi pribadi keluarga kerajaan dinilai membuat luka lama semakin sulit disembuhkan.
Lebih lanjut, Charles dan William dilaporkan meragukan komitmen Harry untuk menjaga privasi keluarga, sebuah poin yang semakin menjauhkan peluang untuk berdamai. Di sisi lain, Harry masih menunjukkan niat terbuka, salah satunya lewat undangan untuk Charles menghadiri Invictus Games di Birmingham pada 2027. Namun sampai saat ini, tidak ada respons dari pihak istana, termasuk dari Camilla.
Baca Juga: Ratu Camilla Tunduk dengan Keputusan Raja Charles III tentang Gelar Kerajaan
Menariknya, ketidakhadiran Camilla di hadapan publik dalam isu ini justru mengisyaratkan pengaruh diam-diam yang dimilikinya. Tanpa adanya sosok pendamai di lingkaran dekat raja, tampaknya tak ada dorongan kuat bagi Charles untuk mengambil langkah sebagai ayah dan merangkul kembali anak bungsunya.
“Pada akhirnya, ketika harus memilih, Raja Charles akan selalu lebih mengutamakan Camilla daripada Harry,” tutur sumber istana kepada Fox News.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa setiap upaya rekonsiliasi akan sangat tergantung pada restu Camilla, sesuatu yang masih jauh dari jangkauan. Terutama mengingat luka emosional mendalam yang belum sembuh sejak Spare dirilis dan berbagai konflik masa lalu yang belum menemukan titik damai.
(dra)
Lihat Juga :