LMKN Tanggapi Keresahan Restoran soal Royalti Suara Burung: Reaksi yang Berlebihan

Minggu, 10 Agustus 2025 - 10:00 WIB
Baca Juga: Suara Burung Diputar di Kafe Bisa Kena Royalti? Ini Penjelasan LMKN

Pada kesempatan yang sama, Dedy menjelaskan bahwa suara burung memang indah. Namun tidak menggantikan nilai karya ciptaan manusia.

"Berkaitan dengan suara burung itu ada satu hal yang menarik sekali," jelasnya.

"Selama ini tidak akan lebih indah suara penyanyi manusia dan lagu ciptaan para pencipta di Indonesia daripada suara burung," lanjutnya.

Dedy memahami keresahan publik muncul setelah LMKN dikaitkan dengan rencana menarik royalti dari suara alam atau burung. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut tergantung pada keberadaan pemegang hak rekaman atau produser dari suara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!