Hasil Studi Ungkap Satu dari Tiga Orang Indonesia Masih Tolak Ibu Menyusui di Ruang Publik

Sabtu, 09 Agustus 2025 - 14:53 WIB
Menurut Ray, temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat masih mendorong ibu untuk "bersembunyi" saat menyusui, alih-alih menciptakan lingkungan yang inklusif. Ia menekankan, "Kita butuh lebih dari sekadar ruang laktasi. Kita butuh perubahan budaya."

Dukungan Pasangan Mendorong Persepsi Positif

Meskipun demikian, studi ini juga menemukan fakta positif. Ketika ibu menyusui didampingi pasangannya, mayoritas responden menganggap momen tersebut sebagai sesuatu yang hangat, penuh cinta, dan membahagiakan. Temuan ini sejalan dengan studi HCC sebelumnya yang menyebutkan bahwa dukungan pasangan menjadi pendorong terpenting dalam keberhasilan menyusui.

Ray menegaskan bahwa menyusui adalah aktivitas alami dan sehat, bukan sesuatu yang memalukan atau tabu. Ia menutup pernyataannya dengan seruan, "Jika kita gagal menormalkan menyusui di ruang publik, maka kita gagal memahami makna paling dasar dari keadilan sosial dan kesehatan ibu-anak."

Oleh karena itu, HCC menyerukan perlunya penajaman kebijakan ruang publik yang ramah ibu menyusui, serta kampanye edukasi nasional untuk melawan stigma. Kolaborasi lintas sektor juga dinilai penting untuk menciptakan ruang sosial yang inklusif bagi ibu dan anak.
(aik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!