Picu Balita di Sukabumi Meninggal, Ini Gejala dan Bahaya Cacingan pada Anak

Rabu, 20 Agustus 2025 - 23:00 WIB

Penyebab Infeksi Cacingan



Infeksi cacing kremi umumnya terjadi ketika seseorang tanpa sadar menelan telur cacing yang berasal dari lingkungan yang terkontaminasi. Telur-telur ini biasanya menyebar melalui tinja penderita, lalu berpindah ke mulut melalui makanan atau minuman yang tidak higienis, maupun dari tangan yang kotor.

Setelah masuk ke tubuh, telur akan menetas di usus halus dan dalam hitungan minggu berkembang menjadi cacing dewasa. Cacing kremi betina kemudian bermigrasi ke area sekitar anus untuk bertelur. Proses inilah yang memicu rasa gatal hebat, terutama di malam hari.

Saat penderita menggaruk, telur cacing dapat menempel di jari dan terselip di bawah kuku, lalu berpindah ke benda-benda lain seperti mainan, sprei, pakaian, bahkan makanan. Akibatnya, penularan bisa terjadi dengan sangat mudah antarindividu dalam satu rumah.

Yang perlu diwaspadai, telur cacing kremi mampu bertahan hidup di permukaan benda hingga 2–3 minggu. Dalam kasus yang lebih jarang, telur juga bisa masuk ke udara, terhirup, lalu tertelan tanpa disadari.

Baca Juga: Konsumsi Ikan Bisa Menyebabkan Cacingan, Mitos atau Fakta?

Gejala Cacingan pada Anak



Infeksi cacing sering kali tidak langsung terlihat, namun ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai orang tua, di antaranya:

1. Perut buncit meski tubuh anak terlihat kurus.

2. Nafsu makan menurun atau justru meningkat tanpa kenaikan berat badan.

3. Mudah lelah, rewel, atau sulit tidur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!