Peduli Kesehatan Mata, Optik Tunggal Bantu Anak-anak dengan Kebutuhan Kacamata Khusus

Minggu, 24 Agustus 2025 - 07:30 WIB
Kisah ini berawal pada 2017, ketika aktris Asri Welas melahirkan putranya yang didiagnosis Katarak Kongenital. Temuan tersebut bermula dari kejanggalan respons visual Ibran ketika berada di Jepang, yang kemudian mendorong Asri untuk segera pulang ke Indonesia dan memeriksakan kondisi sang anak. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan medis, dokter menyatakan bahwa Ibran harus segera menjalani operasi dan menggunakan kacamata khusus untuk menunjang perkembangan penglihatannya. Kesadaran akan pentingnya akses kacamata pascaoperasi inilah yang kemudian menuntun Asri pada kolaborasi strategis dengan Optik Tunggal.

“Saya bersyukur Ibran dapat ditangani dengan cepat dan kondisinya memungkinkan untuk memakai kacamata sebagai solusi utama. Begitu ia memakainya, reaksinya luar biasa, untuk pertama kalinya ia melihat jelas wajah saya dan warna-warni dunia. Pengalaman inilah yang membuat saya tergerak bekerja sama dengan Optik Tunggal, agar lebih banyak anak dengan kondisi serupa mendapatkan akses kacamata khusus dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Asri Welas.

Pada 2018 Optik Tunggal mulai melakukan CSR rutin untuk pemberian kacamata khusus, dan di 2019 Asri Welas bekerja sama dengan kampanye Optik Tunggal untuk mendonasikan 90 pasang kacamata khusus bagi anak-anak prasejahtera dengan katarak bawaan. Langkah ini menjadi awal gerakan yang kini menjangkau berbagai pelosok perdesaan hingga daerah terpencil di Indonesia. Program tersebut berkembang menjadi target 2.025 pasang kacamata gratis untuk keluarga prasejahtera. Pendekatannya tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan pendampingan jangka panjang agar anak menerima dukungan visual yang optimal seiring pertumbuhannya.

Alexander F Kurniawan mengisahkan bagaimana tim lapangan bekerja dengan ketelitian dan dedikasi tinggi dalam mengukur kacamata untuk anak-anak penerima manfaat. Setiap proses dimulai dari pemeriksaan detail kondisi mata, pemilihan lensa dengan presisi khusus dari ZEISS yang memang dirancang untuk kebutuhan pascaoperasi, hingga penyesuaian bentuk frame yang kecil agar sesuai dengan anatomi wajah anak. Dengan teknologi lensa ZEISS, kacamata khusus yang seharusnya tebal dan berat dapat dibuat lebih tipis, ringan, dan nyaman, sehingga memudahkan anak-anak untuk memakainya setiap hari tanpa merasa terbebani. Seluruh upaya ini dilakukan oleh tim Optik Tunggal dengan ketulusan, karena mereka percaya bahwa setiap kacamata yang diberikan bukan hanya produk, melainkan wujud nyata kepedulian dan harapan untuk masa depan anak-anak Indonesia.

“Kami selalu ingat senyum pertama anak saat melihat jelas. Itulah alasan kami membuat kacamata khusus yang bukan hanya presisi, tetapi juga nyaman dan menyenangkan untuk dipakai anak setiap hari. Rasa bahagia itu tidak ternilai, karena kami tahu di balik senyum tersebut ada kehidupan yang berubah, dan kami bersyukur bisa menjadi bagian dari kebahagiaan itu,” tutur Alexander F Kurniawan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!