Hanung Bramantyo Bongkar Skema Kerusuhan 1998, Ingatkan Masyarakat Waspada

Selasa, 02 September 2025 - 06:00 WIB
"Provokator bergerak merusak, diikuti pemerkosaan tenis Tionghoa," sambungnya.

Tragedi ini memaksa pemerintah saat itu untuk mengumumkan keadaan darurat demi mengendalikan situasi nasional.

"Pemerintah mengumumkan keadaan darurat," jelasnya.

Baca Juga: Hanung Bramantyo Kembali ke Panggung Teater dengan Drama Musikal Sinematik City of Love

Suami Zaskia Adya Mecca itu juga menyinggung dinamika politik yang terjadi setelah kerusuhan. Ia menulis bahwa desakan massa kala itu akhirnya berujung pada tuntutan pengunduran diri Presiden, yang kemudian digantikan oleh Wakil Presiden.

Rangkaian peristiwa tersebut tidak hanya mengguncang stabilitas negara, tetapi juga menjadi catatan penting bagi perjalanan demokrasi Indonesia. Dengan menyajikan kembali skema peristiwa itu, Hanung ingin memberikan gambaran kepada generasi muda tentang bagaimana provokasi dapat memanfaatkan situasi krisis.

"Tuntutan Presiden terpilih mundur. Wakil Presiden naik jadi Presiden," ujarnya.

Lebih jauh, sutradara 49 tahun ini memberikan pesan khusus kepada kelompok mahasiswa dan driver ojek online (ojol) yang kerap terlibat dalam aksi demonstrasi belakangan ini. Ia meminta agar mereka tidak mudah terprovokasi dan memilih untuk pulang apabila situasi sudah tidak terkendali.

Baca Juga: Hanung Bramantyo Petik Hikmah Patah Tulang akibat Ketiban Moge, Jadi Lebih Sabar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!