Angkat Isu Kesehatan Mental, Hello Sister Juara Inspiring Asia Micro Film Festival 2025
Jum'at, 19 September 2025 - 18:50 WIB
Film Lagi Liburan Films sukses menyuguhkan plot tentang mahasiswa baru fakultas teknik bernama Nia dengan kompleksitas antara tugas akademis, pekerjaan, dan distraksi media sosial yang membuatnya tenggelam dalam tekanan. Yosafat Prasetya sebagai sutradara dan Januar David Ciu selaku produser terkejut karyanya menjadi yang terbaik menurut kacamata tiga dewan juri.
“Ketika diumumkan menjadi juara saya langsung track back ke proses pra sampai post production, itu kayak nggak percaya. Ternyata ide yang sudah ada bisa dilengkapi dengan berbagai perspektif. Saya merasa film ini bisa beresonansi. Semua (karya finalis) punya kekuatan masing-masing. Kita nggak kayak berkompetisi tapi berkolaborasi menyuarakan isu yang sama,” tegas Yosafat yang juga mengaku bahwa Mania Dunia Nia merupakan karya pertama mereka yang digarap secara serius.
Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 merupakan festival film yang diinisiasi Li Foundation yang melombakan dua kategori, yakni Best Micro Film dan Best Project. Mengangkat tema “To Be Seen”, Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 #InspiringIndonesia mendapat respon positif dari para pegiat dan komunitas film Tanah Air. Selama penjurian, ada lebih dari 50 film maupun project dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi.
Setelahnya dikerucutkan menjadi 14 filmmakers dan project terpilih untuk melaju ke tahap community vetting di platform Campaign for Good yang melibatkan lebih dari 2.000 masyarakat dan komunitas yang berpartisipasi dan berinteraksi untuk isu kesehatan mental.
Top 3 Finalist dari masing-masing kategori mengikuti penjurian final secara tatap muka oleh Kamila Andini (penulis, sutradara, Oscar voter), Bene Dion Rajagukguk (komika, filmmaker, Alumni Beasiswa Tanoto Foundation), dan Analisa Widyaningrum (psikolog, pembicara publik, Alumni Djarum Beasiswa Plus) dalam Screening & Awarding Day Inspiring Asia Micro Film Festival 2025.
“Ketika diumumkan menjadi juara saya langsung track back ke proses pra sampai post production, itu kayak nggak percaya. Ternyata ide yang sudah ada bisa dilengkapi dengan berbagai perspektif. Saya merasa film ini bisa beresonansi. Semua (karya finalis) punya kekuatan masing-masing. Kita nggak kayak berkompetisi tapi berkolaborasi menyuarakan isu yang sama,” tegas Yosafat yang juga mengaku bahwa Mania Dunia Nia merupakan karya pertama mereka yang digarap secara serius.
Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 merupakan festival film yang diinisiasi Li Foundation yang melombakan dua kategori, yakni Best Micro Film dan Best Project. Mengangkat tema “To Be Seen”, Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 #InspiringIndonesia mendapat respon positif dari para pegiat dan komunitas film Tanah Air. Selama penjurian, ada lebih dari 50 film maupun project dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi.
Setelahnya dikerucutkan menjadi 14 filmmakers dan project terpilih untuk melaju ke tahap community vetting di platform Campaign for Good yang melibatkan lebih dari 2.000 masyarakat dan komunitas yang berpartisipasi dan berinteraksi untuk isu kesehatan mental.
Top 3 Finalist dari masing-masing kategori mengikuti penjurian final secara tatap muka oleh Kamila Andini (penulis, sutradara, Oscar voter), Bene Dion Rajagukguk (komika, filmmaker, Alumni Beasiswa Tanoto Foundation), dan Analisa Widyaningrum (psikolog, pembicara publik, Alumni Djarum Beasiswa Plus) dalam Screening & Awarding Day Inspiring Asia Micro Film Festival 2025.
Lihat Juga :