Harmoni Nusantara Dukung Musisi Lokal dan Legalitas Musik di Ruang Publik
Sabtu, 20 September 2025 - 20:49 WIB
Ketua Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, Acep Somantri, menambahkan, kolaborasi adalah kunci dalam gerakan ini. “Gerakan ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor antara industri, akademisi, komunitas, dan pelaku kreatif dapat membawa Yogyakarta semakin maju. Dengan semangat ini, kita bisa membangun ekosistem musik yang sehat dan berkelanjutan.”
Pada kesempatan yang sama, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi turut memberikan apresiasinya. “Yogyakarta memiliki kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat yang luar biasa. Melalui Harmoni Nusantara, kita bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya musisi lokal, agar mereka bisa berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas bagi Indonesia dan dunia.”
Acara peluncuran di Yogyakarta juga menghadirkan diskusi interaktif bersama sejumlah tokoh, di antaranya Pongki Barata, Anis Ilahi Wahdati (perwakilan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas), Pascal Lasmana (CEO Playup), Aris Sudewo (CEO Nuon), dan Adib Hidayat (VP Digital Music Nuon). Diskusi ini membahas berbagai isu krusial seperti implementasi Undang-Undang Hak Cipta, sistem royalti yang adil, dan peran teknologi dalam menciptakan transparansi data.
Isu mengenai Undang-Undang Hak Cipta dan royalti memang sering menjadi perhatian. Namun, sebenarnya, kafe, restoran, hotel, dan tempat komersial lainnya bisa meraih banyak manfaat dengan memutar musik secara legal. Selain menciptakan suasana yang lebih hidup bagi pelanggan, langkah ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap musisi dan mendukung pertumbuhan industri musik nasional.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, Playup by Langit Musik hadir sebagai solusi inovatif yang memungkinkan pemilik usaha memutar musik secara legal, berlisensi, dan terkurasi. Layanan ini tidak hanya memberikan ketenangan bagi para pelaku bisnis, tetapi juga menjadi dukungan nyata bagi musisi Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi turut memberikan apresiasinya. “Yogyakarta memiliki kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat yang luar biasa. Melalui Harmoni Nusantara, kita bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya musisi lokal, agar mereka bisa berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas bagi Indonesia dan dunia.”
Acara peluncuran di Yogyakarta juga menghadirkan diskusi interaktif bersama sejumlah tokoh, di antaranya Pongki Barata, Anis Ilahi Wahdati (perwakilan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas), Pascal Lasmana (CEO Playup), Aris Sudewo (CEO Nuon), dan Adib Hidayat (VP Digital Music Nuon). Diskusi ini membahas berbagai isu krusial seperti implementasi Undang-Undang Hak Cipta, sistem royalti yang adil, dan peran teknologi dalam menciptakan transparansi data.
Isu mengenai Undang-Undang Hak Cipta dan royalti memang sering menjadi perhatian. Namun, sebenarnya, kafe, restoran, hotel, dan tempat komersial lainnya bisa meraih banyak manfaat dengan memutar musik secara legal. Selain menciptakan suasana yang lebih hidup bagi pelanggan, langkah ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap musisi dan mendukung pertumbuhan industri musik nasional.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, Playup by Langit Musik hadir sebagai solusi inovatif yang memungkinkan pemilik usaha memutar musik secara legal, berlisensi, dan terkurasi. Layanan ini tidak hanya memberikan ketenangan bagi para pelaku bisnis, tetapi juga menjadi dukungan nyata bagi musisi Indonesia.
(unt)
Lihat Juga :