Dari 150 Kg ke 91 Kg! Kisah Inspiratif Saykoji di Podcast Dr. Tirta
Selasa, 23 September 2025 - 20:40 WIB
Saykoji hadir di podcast Dr. Tirta #Ngopenk dengan penampilan mengejutkan. Foto/MNC Media
JAKARTA - Saykoji hadir di podcast Dr. Tirta #Ngopenk dengan penampilan mengejutkan. Dr. Tirta kaget mendengar bahwa berat badan Saykoji kini hanya 91 kg, angka terendah sepanjang hidupnya, bahkan lebih kurus dibanding saat ia menikah. Padahal, di usia 38 tahun saat pandemi Covid-19, beratnya sempat mencapai 150 kg. Perubahan ini tentu bukan hal instan, melainkan hasil dari perjalanan panjang.
Awalnya, alasan Saykoji ingin berubah cukup unik. Ia hanya ingin menggunakan smartwatch karena terlihat keren. Namun, setelah memakainya, smartwatch memberi notifikasi mengejutkan: detak jantungnya 115 meski sedang tidak bergerak. Hal itu membuatnya tersadar, meski sempat takut memeriksakan diri ke dokter. Sejak 2022, ia mulai rutin jalan kaki hingga badan terasa lebih ringan.
Baca Juga: Igor Saykoji Cerita Jalur Ekstrem Gunung Rinjani: Batu, Kerikil, dan Jurang Menganga
Langkah kecil itu berlanjut. Saykoji mencari referensi di YouTube tentang workout untuk orang obesitas, mencoba jalan dengan rompi berbeban, hingga angkat beban di rumah. Dari situ, beratnya turun 10 kg menjadi 140 kg dalam setahun. Ia lalu konsisten berkonsultasi ke dokter gizi. Hasilnya, bobot perlahan terus menurun, meski jalannya tidak selalu mulus karena kadang stagnan atau bahkan naik kembali.
Awalnya, alasan Saykoji ingin berubah cukup unik. Ia hanya ingin menggunakan smartwatch karena terlihat keren. Namun, setelah memakainya, smartwatch memberi notifikasi mengejutkan: detak jantungnya 115 meski sedang tidak bergerak. Hal itu membuatnya tersadar, meski sempat takut memeriksakan diri ke dokter. Sejak 2022, ia mulai rutin jalan kaki hingga badan terasa lebih ringan.
Baca Juga: Igor Saykoji Cerita Jalur Ekstrem Gunung Rinjani: Batu, Kerikil, dan Jurang Menganga
Langkah kecil itu berlanjut. Saykoji mencari referensi di YouTube tentang workout untuk orang obesitas, mencoba jalan dengan rompi berbeban, hingga angkat beban di rumah. Dari situ, beratnya turun 10 kg menjadi 140 kg dalam setahun. Ia lalu konsisten berkonsultasi ke dokter gizi. Hasilnya, bobot perlahan terus menurun, meski jalannya tidak selalu mulus karena kadang stagnan atau bahkan naik kembali.
Lihat Juga :