Dua Chef Muda Bali Bawa Lulu Bistrot ke Puncak Penghargaan
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 13:00 WIB
Kisah kariernya berlanjut dengan kolaborasi kreatif bersama dua sahabat di kelompok Jammin’ Chow. Di sana, mereka berbagi ide, saling menantang, dan terus berkreasi di luar rutinitas restoran. “Kami sering berkumpul hanya untuk memasak dan bertukar pikiran,” kata Austin. Dari situ, lahir kepercayaan diri dan gairah baru untuk membawa kuliner Indonesia ke panggung internasional. Semangat itu kini terpancar jelas di Lulu Bistrot.
Airin memiliki kisah berbeda namun seirama. Terinspirasi dari sang nenek pembuat kue, ia menempuh pendidikan kuliner di Dewakan, Malaysia. “Saya belajar melihat makanan dari akar hingga filosofi,” jelasnya. Ia membawa pulang nilai-nilai itu dan menerapkannya di Bali, menghadirkan hidangan yang elegan tanpa kehilangan kehangatan. Dari tangannya, bahan sederhana seperti nangka bisa berubah jadi sesuatu yang memikat.
Kolaborasi keduanya melahirkan kreasi unik — bourguignon dengan air kelapa, beurre blanc dengan kluwek, hingga sole meunière memakai kerapu lokal. Bagi Airin, penghargaan yang diraih Lulu adalah motivasi untuk terus belajar dan menjaga konsistensi. Sementara itu, Rafael Nardo, pendiri Lulu, menyebut keduanya sebagai “jiwa dari semangat Lulu yang sesungguhnya.” Di bawah kepemimpinan mereka, Lulu Bistrot bukan sekadar restoran — melainkan panggung rasa yang menyalakan optimisme baru bagi dunia kuliner Indonesia. Lulu Bistrot sebelumnya juga meraih Prestige Gourmet Awards 2025 dan Tatler Best of Asia 2024.
Airin memiliki kisah berbeda namun seirama. Terinspirasi dari sang nenek pembuat kue, ia menempuh pendidikan kuliner di Dewakan, Malaysia. “Saya belajar melihat makanan dari akar hingga filosofi,” jelasnya. Ia membawa pulang nilai-nilai itu dan menerapkannya di Bali, menghadirkan hidangan yang elegan tanpa kehilangan kehangatan. Dari tangannya, bahan sederhana seperti nangka bisa berubah jadi sesuatu yang memikat.
Kolaborasi keduanya melahirkan kreasi unik — bourguignon dengan air kelapa, beurre blanc dengan kluwek, hingga sole meunière memakai kerapu lokal. Bagi Airin, penghargaan yang diraih Lulu adalah motivasi untuk terus belajar dan menjaga konsistensi. Sementara itu, Rafael Nardo, pendiri Lulu, menyebut keduanya sebagai “jiwa dari semangat Lulu yang sesungguhnya.” Di bawah kepemimpinan mereka, Lulu Bistrot bukan sekadar restoran — melainkan panggung rasa yang menyalakan optimisme baru bagi dunia kuliner Indonesia. Lulu Bistrot sebelumnya juga meraih Prestige Gourmet Awards 2025 dan Tatler Best of Asia 2024.
(nnz)
Lihat Juga :