LPPOM MUI Mantapkan Standar Halal Global dari San Diego hingga Bangkok
Senin, 03 November 2025 - 19:00 WIB
Laboratorium LPPOM MUI kembali menegaskan peran strategisnya di panggung internasional. Foto/istimewa
JAKARTA - Laboratorium LPPOM MUI kembali menegaskan peran strategisnya di panggung internasional. Dalam AOAC Southeast Asia (SEA) Annual Conference 2025 yang digelar di The Berkeley Hotel Pratunam, Bangkok, Thailand, pada 28–30 Oktober 2025, Laboratorium LPPOM MUI tampil sebagai salah satu pembicara utama di antara para pakar dari lembaga metrologi, regulator pangan, industri, dan akademisi se-Asia Tenggara. Association of Official Analytical Chemists (AOAC) merupakan organisasi internasional yang menetapkan metode baku pengujian pangan, obat, dan lingkungan di lebih dari 90 negara.
Dalam kesempatan tersebut, General Manager LPPOM MUI Laboratory, Heryani, memaparkan materi berjudul “Towards Harmonized Halal Testing: A Proposal for AOAC SEA to Establish Dispute Resolution Guidelines for Laboratory Results.” Melalui presentasi ini, LPPOM mengajak para ahli di forum AOAC untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya standarisasi pengujian halal di level regional dan global, mengingat perkembangan teknologi analisis yang semakin pesat dan kompleksitas produk pangan yang terus meningkat.
“Inter-laboratory variability adalah hal yang nyata, sehingga dibutuhkan mekanisme ilmiah dan syariah yang selaras untuk memastikan keputusan halal yang adil dan kredibel,” jelas Heryani. Ia menambahkan bahwa LPPOM mendorong pembentukan Halal Testing Harmonization Working Group di bawah AOAC SEA section sebagai langkah awal menuju harmonisasi standar pengujian halal antar negara di Asia Tenggara dan dunia.
Topik yang diangkat LPPOM mendapat perhatian khusus karena menjadi bagian dari agenda utama konferensi yang juga membahas isu global seperti PFAS, mikotoksin, pestisida, dan keamanan pangan lintas batas. Isu-isu ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjaga keamanan dan kualitas pangan dunia.
Dalam kesempatan tersebut, General Manager LPPOM MUI Laboratory, Heryani, memaparkan materi berjudul “Towards Harmonized Halal Testing: A Proposal for AOAC SEA to Establish Dispute Resolution Guidelines for Laboratory Results.” Melalui presentasi ini, LPPOM mengajak para ahli di forum AOAC untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya standarisasi pengujian halal di level regional dan global, mengingat perkembangan teknologi analisis yang semakin pesat dan kompleksitas produk pangan yang terus meningkat.
“Inter-laboratory variability adalah hal yang nyata, sehingga dibutuhkan mekanisme ilmiah dan syariah yang selaras untuk memastikan keputusan halal yang adil dan kredibel,” jelas Heryani. Ia menambahkan bahwa LPPOM mendorong pembentukan Halal Testing Harmonization Working Group di bawah AOAC SEA section sebagai langkah awal menuju harmonisasi standar pengujian halal antar negara di Asia Tenggara dan dunia.
Topik yang diangkat LPPOM mendapat perhatian khusus karena menjadi bagian dari agenda utama konferensi yang juga membahas isu global seperti PFAS, mikotoksin, pestisida, dan keamanan pangan lintas batas. Isu-isu ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjaga keamanan dan kualitas pangan dunia.
Lihat Juga :