Kolaborasi Medis Korea - Indonesia Buka Babak Baru Inovasi Bedah Saraf dan Ortopedi Modern

Sabtu, 08 November 2025 - 11:34 WIB
Gangguan muskuloskeletal, terutama nyeri punggung bawah, menjadi penyumbang terbesar disabilitas secara global menurut Global Burden of Disease Study (2021). Di Indonesia, kasus ini semakin kompleks seiring perubahan pola kerja yang lebih sedentari dan meningkatnya usia harapan hidup, sehingga menuntut inovasi medis yang lebih aman, efektif, dan minim invasif.

"Melalui seminar perdana ini, kami tidak hanya membangun jembatan kolaborasi yang berkelanjutan, tetapi juga menciptakan sebuah platform efektif untuk mendorong peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia demi terciptanya kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik," ujardr. Alif Noeriyanto Rahman, Sp.OT, FIPM, FIPP, CIPS, C.PSH, COMSK, AIFMO, AIFO-K, Komisaris Klinik Artikular Orthopedic, saat jumpa pers disela-sela seminar.

Baca Juga : BPOM Cabut Izin 23 Produk Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!

Personalisasi 3D & Terapi Minim Invasif: Tren Ortopedi Modern

Seminar ini menghadirkan sejumlah topik ilmiah yang menjadi tren global dalam dunia kedokteran.“Kolaborasi internasional sangat penting untuk mempercepat adopsi teknik-teknik bedah saraf terkini di Indonesia. Topik seperti Lumbar Epideuroneurolysis merupakan terobosan bagi pasien yang menolak atau tidak cocok untuk operasi konvensional. Pertukaran ilmu langsung dengan kolega dari Korea memungkinkan kami menawarkan lebih banyak pilihan terapi minim invasif, mengurangi rasa sakit, dan mempercepat pemulihan pasien,” tegas dr. Muhamad Aulia Rahman.

Menurut dokter yang bulan September lalu melakukan course di Gyeonggi , Korea Selatan ini mengatakan, banyak case ortopedi seperti pergeseran tulang belakang yang kompleks bisa ditangani oleh teknologi yang sudah sangat beragam pilihannya dan berstandar tinggi. Kelebihannya juga, Pemerintah Gyeonggi juga memberikan jaminan berupa asuransi kesehatan yang mumpuni untuk warganya sehingga permasalahan cepat ditanggulangi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!