Kolaborasi Medis Korea - Indonesia Buka Babak Baru Inovasi Bedah Saraf dan Ortopedi Modern
Sabtu, 08 November 2025 - 11:34 WIB
Sementara itu, dr. Alif Noeriyanto Rahmanmenambahkan, “Pendekatan Ortopedi modern kini sudah bergeser dari sekadar ‘memperbaiki tulang’ ke arah functional restoration dan pain management yang komprehensif. Teknologi Customized 3D-Printed Titanium Cage untuk TLIF adalah masa depan personalisasi pengobatan. Ini memungkinkan kami menciptakan implan yang sempurna sesuai anatomi pasien, yang akhirnya meningkatkan kesuksesan operasi dan kepuasan pasien. Sinergi antara teknologi mutakhir dan pertukaran keahlian klinis inilah kunci meningkatkan standar pelayanan ortopedi di Indonesia."
Setiap negara punya keunggulan teknologi masing-masing. Korea Selatan, menurut dr. Alif Noeriyanto Rahmanmerupakan salah satu negara di Asia yang teratas untuk Ortopedi, selain kecantikan. Sedangkan Indonesia, untuk Asia, dr Alif mengakui tekonologi kedokteran nyeri sendi termasuk sangat diperhitungkan.
“Dalam acara ini kita saling sharing teknologi dengan keunggulan masing. Kami juga menghadirkan kalangan akademisi, dari Universitas Padjajaran, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ke depannya, diharapkan bisa lebih lanjut dibiacarakan kerja sama antara Government to Government (GtoG), karena Pemerintah Gyenggi juga siap memfasilitasi kemitraan yang lebih berkelanjutan. Mereka memiliki banyak ragam alat kesehatan dan fasilitas medis yang lebih akomodatif untuk solusi kesehatan ke depannya," tambah dr. Alif.
Kedua narasumber tersebut sepakat bahwa integrasi antara teknologi medis terkini, riset, serta kemitraan internasional menjadi faktor kunci untuk membawa layanan bedah saraf dan ortopedi Indonesia ke tingkat yang lebih maju. Melalui forum seperti ini, Indonesia tidak hanya menjadi peserta dalam perkembangan ilmu kedokteran global, tetapi juga kontributor aktif dalam membangun masa depan pelayanan kesehatan yang lebih aman, efektif, dan manusiawi.
“Kami memberikan kesempatan dan membuka kerja sama yang luas dengan Indonesia, untuk sharing teknologi sekaligus juga pelayanan kesehatan terutama Neurosurgery ini. Biayanya juga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan daerah regional lainnya,”, ujar Prof. Im Soo Bin, MD, PhD – Departemen Neurosurgery, Soonchunhyang University Bucheon Hospital.
Setiap negara punya keunggulan teknologi masing-masing. Korea Selatan, menurut dr. Alif Noeriyanto Rahmanmerupakan salah satu negara di Asia yang teratas untuk Ortopedi, selain kecantikan. Sedangkan Indonesia, untuk Asia, dr Alif mengakui tekonologi kedokteran nyeri sendi termasuk sangat diperhitungkan.
“Dalam acara ini kita saling sharing teknologi dengan keunggulan masing. Kami juga menghadirkan kalangan akademisi, dari Universitas Padjajaran, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ke depannya, diharapkan bisa lebih lanjut dibiacarakan kerja sama antara Government to Government (GtoG), karena Pemerintah Gyenggi juga siap memfasilitasi kemitraan yang lebih berkelanjutan. Mereka memiliki banyak ragam alat kesehatan dan fasilitas medis yang lebih akomodatif untuk solusi kesehatan ke depannya," tambah dr. Alif.
Kedua narasumber tersebut sepakat bahwa integrasi antara teknologi medis terkini, riset, serta kemitraan internasional menjadi faktor kunci untuk membawa layanan bedah saraf dan ortopedi Indonesia ke tingkat yang lebih maju. Melalui forum seperti ini, Indonesia tidak hanya menjadi peserta dalam perkembangan ilmu kedokteran global, tetapi juga kontributor aktif dalam membangun masa depan pelayanan kesehatan yang lebih aman, efektif, dan manusiawi.
“Kami memberikan kesempatan dan membuka kerja sama yang luas dengan Indonesia, untuk sharing teknologi sekaligus juga pelayanan kesehatan terutama Neurosurgery ini. Biayanya juga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan daerah regional lainnya,”, ujar Prof. Im Soo Bin, MD, PhD – Departemen Neurosurgery, Soonchunhyang University Bucheon Hospital.
(wur)
Lihat Juga :