Bukan Cuma Lesu Biasa: Kenali Anemia Defisiensi Besi, Musuh Tersembunyi Tumbuh Kembang Anak

Rabu, 26 November 2025 - 20:24 WIB
Kekurangan zat besi pada anak umumnya disebabkan oleh asupan makanan yang rendah zat besi, penyerapan zat besi yang tidak optimal, atau kehilangan darah akibat infeksi kronis. Beberapa kelompok anak memiliki risiko lebih tinggi, seperti bayi prematur, anak dengan ibu yang mengalami anemia selama kehamilan, serta anak yang mengonsumsi MPASI (Makanan Pendukung Air Susu Ibu) rendah zat besi.

Faktor gaya hidup juga turut berkontribusi. Konsumsi teh, kopi, atau coklat dapat menghambat penyerapan zat besi di usus. Sebaliknya, penyerapan dapat ditingkatkan melalui konsumsi vitamin C dan susu pertumbuhan yang difortifikasi zat besi. “Dalam pencegahan anemia defisiensi besi, dibutuhkan tindakan preventif dimulai dari rutin melakukan pengecekan status kecukupan zat besi dengan skrining atau deteksi dini dan mencukupi kebutuhan nutrisi yang kaya akan zat besi. Selain itu, konsumsi vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi hingga dua kali lipat. Di sisi lain, susu pertumbuhan yang difortifikasi dapat menjadi pilihan pelengkap nutrisi harian mendukung kecukupan zat besi anak.” kata dr. Devie.

Dr. Devie menambahkan bahwa anemia defisiensi besi sebenarnya dapat dicegah dan diatasi melalui langkah-langkah sederhana seperti:

* Mengombinasikan makanan sumber zat besi dengan sumber vitamin C (jeruk, stroberi, tomat) untuk meningkatkan penyerapan.

* Memberikan suplemen zat besi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, terutama bagi anak prematur atau berisiko tinggi.

* Mengurangi konsumsi teh, kopi, atau coklat bersamaan dengan waktu makan.

* Memastikan kecukupan nutrisi sehari-hari, bila perlu dukung dengan susu pertumbuhan yang difortifikasi zat besi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!