Chicco Jerikho Emosi Perankan Jonathan di Film Ozora, Kisah Nyata Kasus Bullying yang Viral
Sabtu, 29 November 2025 - 06:00 WIB
Chicco Jerikho merasakan tantangan berbeda ketika memerankan karakter Jonathan dalam film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel Bongkar. Foto/istimewa
JAKARTA - Chicco Jerikho merasakan tantangan berbeda ketika memerankan karakter Jonathan dalam film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel Bongkar. Dia mengaku Jonathan memiliki karakter sulit dilakoni dan sangat menguras energi.
“Meski bukan film action yang berantem-berantem, rasanya bermain di film ini memerankan karakter Jonathan sangat melelahkan. Selain karena saya memiliki kedekatan dengan kasusnya, saya rasa manusia mana pun pasti akan merasa berat menghadapi cobaan hidup seperti ini. Perasaan emosional itulah yang membuat saya harus benar-benar mengatur emosi agar tetap berada di frekuensi Jonathan pada kejadian aslinya,” kata Chicco Jerikho.
Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel Bongkar diangkat dari kisah nyata David Ozora, yang mengupas gugatan dan suara rakyat, serta menyoroti ketimpangan hukum hingga perjalanan spiritual dan psikologis dari sudut pandang keluarga korban.
Disutradarai oleh Umbara Brothers—Anggy Umbara dan Bounty Umbara—film ini diproduksi Umbara Brothers Film berkolaborasi dengan VMS Studio, 786 Entertainment, Rumpi Entertainment, Makara Production, A&Z Films, dan Dbay Film Factory.
“Ide awal film ini memang lahir dari Bounty, namun ketika pertama kali merencanak proyek ini, kami sudah sangat memiliki ceritanya dan sepakat untuk menyutradarainya bersama-sama,” kata Anggy.
Pada kesempatan ini, Chicco Jerikho beradu akting dengan Muzakki Ramdhan, Erdin Werdrayana, Tika Bravani, Donny Damara, Annisa Kaila, serta Mathias Muchus. Kisahnya menceritakan perjuangan Jonathan menghadapi mimpi terburuknya ketika putranya, David Ozora, masuk koma akibat penganiayaan brutal oleh anak seorang pejabat tinggi negara. Saat kasus ini viral, Jonathan bersama dua sahabat setianya, Melissa dan Rustam, terus berjuang menegakkan keadilan di tengah sistem hukum yang terasa timpang, sementara sang pelaku justru mendapat keringanan karena kekuasaan ayahnya.
“Meski bukan film action yang berantem-berantem, rasanya bermain di film ini memerankan karakter Jonathan sangat melelahkan. Selain karena saya memiliki kedekatan dengan kasusnya, saya rasa manusia mana pun pasti akan merasa berat menghadapi cobaan hidup seperti ini. Perasaan emosional itulah yang membuat saya harus benar-benar mengatur emosi agar tetap berada di frekuensi Jonathan pada kejadian aslinya,” kata Chicco Jerikho.
Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel Bongkar diangkat dari kisah nyata David Ozora, yang mengupas gugatan dan suara rakyat, serta menyoroti ketimpangan hukum hingga perjalanan spiritual dan psikologis dari sudut pandang keluarga korban.
Disutradarai oleh Umbara Brothers—Anggy Umbara dan Bounty Umbara—film ini diproduksi Umbara Brothers Film berkolaborasi dengan VMS Studio, 786 Entertainment, Rumpi Entertainment, Makara Production, A&Z Films, dan Dbay Film Factory.
“Ide awal film ini memang lahir dari Bounty, namun ketika pertama kali merencanak proyek ini, kami sudah sangat memiliki ceritanya dan sepakat untuk menyutradarainya bersama-sama,” kata Anggy.
Pada kesempatan ini, Chicco Jerikho beradu akting dengan Muzakki Ramdhan, Erdin Werdrayana, Tika Bravani, Donny Damara, Annisa Kaila, serta Mathias Muchus. Kisahnya menceritakan perjuangan Jonathan menghadapi mimpi terburuknya ketika putranya, David Ozora, masuk koma akibat penganiayaan brutal oleh anak seorang pejabat tinggi negara. Saat kasus ini viral, Jonathan bersama dua sahabat setianya, Melissa dan Rustam, terus berjuang menegakkan keadilan di tengah sistem hukum yang terasa timpang, sementara sang pelaku justru mendapat keringanan karena kekuasaan ayahnya.
Lihat Juga :