Dinda Hauw Punya Rutinitas Minum Air Putih Bareng Keluarga setelah Bangun Tidur
Senin, 01 Desember 2025 - 21:55 WIB
Ahli nutrisi dr. Diah Prasmapti Yunianingtias, M.Nutr.Diet, Sp.GK menjelaskan bahwa air memegang peran yang sangat penting bagi tubuh manusia, terutama bagi anak terutama bagi anak yang lebih dari 75% komposisi tubuhnya adalah air.
“Rasa haus pada anak cenderung delay atau terlambat karena tubuh sudah mulai kekurangan cairan, sehingga penting untuk minum air secara teratur dan tanpa menunggu haus. Selama ini orang tua perhatian pada makanan dan komposisinya, namun sering lupa bahwa air sebenarnya termasuk komponen zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh,” katanya dalam kesempatan sama.
Dia menambahkan, air membantu mengatur suhu tubuh, membuang zat sisa, menjaga fungsi kognitif, hingga mendukung pembentukan sel baru untuk tumbuh kembang anak. Bahkan, lanjut dia, energi, imunitas, dan mood anak pun sangat dipengaruhi oleh kecukupan cairan.
“Ketika anak tampak cranky, lemas, atau sulit fokus, salah satu penyebabnya bisa jadi kurang minum. Karena itu, orang tua perlu memberi contoh, mengajarkan, dan mengingatkan pentingnya hidrasi sehat setiap hari agar seluruh anggota keluarga tercukupi kebutuhan cairannya sesuai usia dan aktivitas,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kebutuhan air minum setiap individu dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya usia, aktivitas, suhu, kelembaban udara, cuaca, dan kondisi kesehatan masing-masing. Dia membeberkan data Kementerian Kesehatan, secara umum, kebutuhan minum untuk anak-anak usia 4-6 tahun adalah 1,2 liter per hari, anak usia 7-12 tahun sekitar 1,5 liter per hari, dan di atas usia 12 tahun kebutuhan minum sama dengan orang dewasa yaitu 2 liter per hari atau setara 8 gelas ukuran 250 ml.
“Pada kondisi khusus seperti hamil dan menyusui, kebutuhan air meningkat, yaitu 2,1 liter untuk ibu hamil bahkan 2,5 liter untuk ibu menyusui. Sementara itu, saat cuaca panas, dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan air dengan minimal mengonsumsi 2,5–3 liter air minum per harinya untuk menghindari dehidrasi,” pungkasnya.
Sementara itu, dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA menambahkan, selain kecukupan air yang diminum, orang tua juga perlu memperhatikan kualitas air yang diminum oleh anak. “Anak-anak sepenuhnya bergantung pada orang tua untuk memilih apa yang mereka konsumsi, sehingga penting bagi keluarga untuk berinvestasi pada air minum yang benar-benar berkualitas,” imbuhnya.
Dia menambahkan, air minum yang berkualitas bukan hanya tidak berbau atau tidak berwarna, tetapi juga harus 100% aman dari cemaran fisik, patogen, dan zat kimia berbahaya. Dia melanjutkan, air yang terlihat jernih belum tentu bersih dan aman, karena kontaminasi sering kali tidak dapat dilihat atau dirasakan. “Karena itu, memilih merek air minum yang konsisten menjaga kualitas dan proses produksinya menjadi hal yang sangat penting,” tandasnya.
“Rasa haus pada anak cenderung delay atau terlambat karena tubuh sudah mulai kekurangan cairan, sehingga penting untuk minum air secara teratur dan tanpa menunggu haus. Selama ini orang tua perhatian pada makanan dan komposisinya, namun sering lupa bahwa air sebenarnya termasuk komponen zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh,” katanya dalam kesempatan sama.
Dia menambahkan, air membantu mengatur suhu tubuh, membuang zat sisa, menjaga fungsi kognitif, hingga mendukung pembentukan sel baru untuk tumbuh kembang anak. Bahkan, lanjut dia, energi, imunitas, dan mood anak pun sangat dipengaruhi oleh kecukupan cairan.
“Ketika anak tampak cranky, lemas, atau sulit fokus, salah satu penyebabnya bisa jadi kurang minum. Karena itu, orang tua perlu memberi contoh, mengajarkan, dan mengingatkan pentingnya hidrasi sehat setiap hari agar seluruh anggota keluarga tercukupi kebutuhan cairannya sesuai usia dan aktivitas,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kebutuhan air minum setiap individu dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya usia, aktivitas, suhu, kelembaban udara, cuaca, dan kondisi kesehatan masing-masing. Dia membeberkan data Kementerian Kesehatan, secara umum, kebutuhan minum untuk anak-anak usia 4-6 tahun adalah 1,2 liter per hari, anak usia 7-12 tahun sekitar 1,5 liter per hari, dan di atas usia 12 tahun kebutuhan minum sama dengan orang dewasa yaitu 2 liter per hari atau setara 8 gelas ukuran 250 ml.
“Pada kondisi khusus seperti hamil dan menyusui, kebutuhan air meningkat, yaitu 2,1 liter untuk ibu hamil bahkan 2,5 liter untuk ibu menyusui. Sementara itu, saat cuaca panas, dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan air dengan minimal mengonsumsi 2,5–3 liter air minum per harinya untuk menghindari dehidrasi,” pungkasnya.
Sementara itu, dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA menambahkan, selain kecukupan air yang diminum, orang tua juga perlu memperhatikan kualitas air yang diminum oleh anak. “Anak-anak sepenuhnya bergantung pada orang tua untuk memilih apa yang mereka konsumsi, sehingga penting bagi keluarga untuk berinvestasi pada air minum yang benar-benar berkualitas,” imbuhnya.
Dia menambahkan, air minum yang berkualitas bukan hanya tidak berbau atau tidak berwarna, tetapi juga harus 100% aman dari cemaran fisik, patogen, dan zat kimia berbahaya. Dia melanjutkan, air yang terlihat jernih belum tentu bersih dan aman, karena kontaminasi sering kali tidak dapat dilihat atau dirasakan. “Karena itu, memilih merek air minum yang konsisten menjaga kualitas dan proses produksinya menjadi hal yang sangat penting,” tandasnya.
Lihat Juga :