Mengenal Aphranel, Teknologi Regenerative Aesthetics yang Menempatkan Skin Barrier sebagai Fondasi Kulit

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:16 WIB
“Kombinasi CaHA dan polysaccharide cellulose membantu menurunkan stres seluler, sehingga fibroblast dapat bekerja lebih efisien dan menghasilkan kolagen yang lebih terorganisir.” tambahnya.

Melalui mekanisme tersebut, teknologi ini berperan dalam memperkuat fungsi skin barrier, menekan transepidermal water loss (TEWL), serta menjaga hidrasi kulit jangka panjang, dengan proses revitalisasi dermis yang berlangsung bertahap melalui peningkatan kolagen tipe I dan III.

Perubahan mulai teramati sekitar tujuh hari setelah aplikasi, seiring kulit tampak lebih cerah dan sehat sesuai ritme biologis alaminya.

Aphranel sendiri dikembangkan melalui kolaborasi riset dengan Nanjing Tech University, Shanghai Jiao Tong University, dan University of Shanghai for Science and Technology, yang menjadi dasar pendekatan ilmiah dalam memastikan kualitas, keamanan, dan efektivitas teknologi CaHA yang digunakan.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!