Makan Sayur Kok Malah Gemuk? Ini Penjelasan Menkes Budi Gunadi
Rabu, 04 Februari 2026 - 07:25 WIB
"Makan sayur kok malah bikin gemuk dan kolesterol naik ya? Nah, pantas saja karena makan sayurnya kayak begini. Digoreng atau dibalado, ya pantas. Jadi tambah gemuk sama kolesterolnya, naik," kata Budi dalam unggahan video di instagramnya, dikutip Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, alasan utama mengapa sayur goreng menjadi berbahaya terletak pada struktur fisiknya. Berbeda dengan protein hewani yang teksturnya lebih padat, sayuran memiliki sifat seperti spons dimana rongga yang ada justru menyerap cairan di sekitarnya. Sehingga, saat dimasukkan ke dalam minyak, sayur tidak hanya layu, tetapi juga mengikat minyak tersebut ke dalam serat-seratnya.
"Sayur itu sehat karena dia punya serat dan banyak vitaminnya. Nah, tapi sayur itu juga punya sifat seperti spons. Kalau dia ketemu minyak goreng atau dia digoreng pakai minyak, dia akan menyerap semua minyak masuk ke seluruh serat-serat di dalam sayur ini. Jadi, banyak juga minyak di dalamnya," ungkap dia.
Baca Juga : 5 Cara Menikmati Sayuran agar Imun Tubuh Tetap Kuat Saat Musim Pancaroba
Hal tersebut juga selaras dengan kekhawatiran World Healthy Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia. Studi internasional menunjukkan bahwa teknik deep-frying pada sayuran dapat meningkatkan kandungan lemak trans dan menghancurkan mikronutrien sensitif panas seperti Vitamin C dan Folat.
Ia menjelaskan, alasan utama mengapa sayur goreng menjadi berbahaya terletak pada struktur fisiknya. Berbeda dengan protein hewani yang teksturnya lebih padat, sayuran memiliki sifat seperti spons dimana rongga yang ada justru menyerap cairan di sekitarnya. Sehingga, saat dimasukkan ke dalam minyak, sayur tidak hanya layu, tetapi juga mengikat minyak tersebut ke dalam serat-seratnya.
"Sayur itu sehat karena dia punya serat dan banyak vitaminnya. Nah, tapi sayur itu juga punya sifat seperti spons. Kalau dia ketemu minyak goreng atau dia digoreng pakai minyak, dia akan menyerap semua minyak masuk ke seluruh serat-serat di dalam sayur ini. Jadi, banyak juga minyak di dalamnya," ungkap dia.
Baca Juga : 5 Cara Menikmati Sayuran agar Imun Tubuh Tetap Kuat Saat Musim Pancaroba
Hal tersebut juga selaras dengan kekhawatiran World Healthy Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia. Studi internasional menunjukkan bahwa teknik deep-frying pada sayuran dapat meningkatkan kandungan lemak trans dan menghancurkan mikronutrien sensitif panas seperti Vitamin C dan Folat.
Lihat Juga :