Kanker Bukan Vonis Menakutkan, Menkes : Ayo Deteksi Dini ke Puskesma, Jangan Tunggu Sakit

Jum'at, 06 Februari 2026 - 07:20 WIB
Namun, Menkes Budi mengungkapkan masih adanya kesenjangan partisipasi. Dari target 40 juta orang, baru sekitar 4 juta yang datang untuk skrining. Masalah utamanya adalah rasa takut dan penyangkalan (denial) di masyarakat.

“Dari 4 juta yang diskrining, ditemukan sekitar 1.700 kasus kanker yang membutuhkan pengobatan. Mayoritas kasus ini berpotensi selamat jika ditangani segera. Mari kita dorong seluruh sasaran untuk datang ke Puskesmas, jangan menunggu sakit,” tegas Menkes.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mengapresiasi upaya pemerintah dalam menyediakan alat skrining hingga ke pelosok. Sebagai penyintas kanker, Linda menjadi bukti hidup pentingnya deteksi dini.

“Saya mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk datang ke Puskesmas terdekat. Jika kanker payudara ditemukan pada tahap awal dan diobati secara medis, Anda pasti akan sehat kembali. Saya adalah buktinya,” pungkas Linda.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!