Dongkrak Pariwisata Sulteng, Rute Penerbangan Palu-Guangzhou Resmi Dibuka
Jum'at, 13 Februari 2026 - 15:29 WIB
Menurutnya, konektivitas yang kuat dalam sektor pariwisata menjadi fondasi penting dalam pengembangan destinasi. Hal itu bisa memberikan dampak positif seperti akses transportasi yang semakin mudah. Hal itu dapat mendorong pergerakan wisatawan nusantara maupun mancanegara sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Baca juga: Pelita Air Resmi Buka Rute Internasional Perdana ke Singapura
“Rute ini memiliki arti penting dalam memperkuat konektivitas domestik dan membuka akses wisatawan nusantara menuju destinasi unggulan di Sulawesi Tengah. Pada saat yang sama, ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap dia.
Dengan terbukanya akses penerbangan ini, ia mendorong agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di berbagai destinasi. Contohnya seperti peningkatan kapasitas pelaku usaha dan pengelola destinasi sebagai unsur krusial agar konektivitas yang telah dibangun mampu memberikan dampak berkelanjutan.
“Ketika konektivitas sudah terbuka, maka kualitas layanan harus terus ditingkatkan. Jangan sampai akses sudah tersedia, tetapi pengalaman wisatawan belum optimal. Pelayanan yang prima akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan kunjungan,” tegas Ni Luh.
Ia berharap, terbukanya jalur penerbangan Palu - Guangzhou menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata.
Baca juga: Pelita Air Resmi Buka Rute Internasional Perdana ke Singapura
“Rute ini memiliki arti penting dalam memperkuat konektivitas domestik dan membuka akses wisatawan nusantara menuju destinasi unggulan di Sulawesi Tengah. Pada saat yang sama, ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap dia.
Dengan terbukanya akses penerbangan ini, ia mendorong agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di berbagai destinasi. Contohnya seperti peningkatan kapasitas pelaku usaha dan pengelola destinasi sebagai unsur krusial agar konektivitas yang telah dibangun mampu memberikan dampak berkelanjutan.
“Ketika konektivitas sudah terbuka, maka kualitas layanan harus terus ditingkatkan. Jangan sampai akses sudah tersedia, tetapi pengalaman wisatawan belum optimal. Pelayanan yang prima akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan kunjungan,” tegas Ni Luh.
Ia berharap, terbukanya jalur penerbangan Palu - Guangzhou menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata.
Lihat Juga :