Rilis Single I Do, Manifestasi Proses Spiritual Shanty
Minggu, 15 Februari 2026 - 20:20 WIB
Dia melanjutkan, “Tiba-tiba manajer saya telepon, ‘Neng, ada lagu, nih, kayaknya cocok buat lo.’ Terus gua dengerin. Begitu gua dengerin liriknya, bikin saya merinding. Benar-benar merinding sampai pertama kali saya dengerin itu langsung saya berkaca-kaca gitu dengarnya.”ucapnya.
Bagi Shanty, hidupnya saat ini adalah bukti nyata dari apa yang ia tulis. Keinginannya untuk pulang ke Indonesia dan menetap di Bali akhirnya terwujud, meski ia mengaku perjalanannya tidaklah mudah.
"Perjalanannya berliku-liku, tapi di sinilah saya sekarang, di Bali. Sejak pulang ke Indonesia tiga tahun lalu, saya sudah merilis lima single. Itu pencapaian besar bagi saya. Saya merasa dijaga dan didengar oleh semesta," kata penyanyi 47 tahun ini.
Tak hanya soal tempat tinggal, Shanty juga menceritakan bagaimana impiannya manggung di festival besar seperti Synchronize Fest menjadi kenyataan setelah ia "mengaminkannya" dalam hati.
Untuk menjelaskan keterkaitan itu, Shanty pun membacakan sebagian catatan manifestasinya. Ia berharap akan mendapatkan cinta yang ia pantas untuknya, bahkan sampai mencoba untuk mendeskripsikan karakteristik seseorang itu.
“Kalau bisa lihat, judulnya ‘Sunrise 4 Agustus 2025’... Saya bacain aja. ‘I manifest my divine love that I deserve. The one that puts me on pedestal, the one that makes me feel matters, seen, understood, and heard’. Kemudian banyak sekali nih orderannya sama universe, ya, banyak detail gitu,” cerita Shanty.
“Dan saya tutup dengan ‘Hey my soulmate, I'm waiting for you. You are coming right on time. The one who will put a ring on my finger and propose and I say I do’.”
Demo lagu “I Do” ditulis oleh Pringgo Aryo Pradana bersama Vicky Shu. Meski Shanty berada di bawah satu manajemen yang sama dengan Vicky, ia mengaku tak pernah bertukar sapa dengannya secara langsung.
“Terus begitu saya lihat liriknya, ‘wah, kok bisa plek-ketiplek gitu kan,” kenang Shanty.
Bagi Shanty, hidupnya saat ini adalah bukti nyata dari apa yang ia tulis. Keinginannya untuk pulang ke Indonesia dan menetap di Bali akhirnya terwujud, meski ia mengaku perjalanannya tidaklah mudah.
"Perjalanannya berliku-liku, tapi di sinilah saya sekarang, di Bali. Sejak pulang ke Indonesia tiga tahun lalu, saya sudah merilis lima single. Itu pencapaian besar bagi saya. Saya merasa dijaga dan didengar oleh semesta," kata penyanyi 47 tahun ini.
Tak hanya soal tempat tinggal, Shanty juga menceritakan bagaimana impiannya manggung di festival besar seperti Synchronize Fest menjadi kenyataan setelah ia "mengaminkannya" dalam hati.
Untuk menjelaskan keterkaitan itu, Shanty pun membacakan sebagian catatan manifestasinya. Ia berharap akan mendapatkan cinta yang ia pantas untuknya, bahkan sampai mencoba untuk mendeskripsikan karakteristik seseorang itu.
“Kalau bisa lihat, judulnya ‘Sunrise 4 Agustus 2025’... Saya bacain aja. ‘I manifest my divine love that I deserve. The one that puts me on pedestal, the one that makes me feel matters, seen, understood, and heard’. Kemudian banyak sekali nih orderannya sama universe, ya, banyak detail gitu,” cerita Shanty.
“Dan saya tutup dengan ‘Hey my soulmate, I'm waiting for you. You are coming right on time. The one who will put a ring on my finger and propose and I say I do’.”
Demo lagu “I Do” ditulis oleh Pringgo Aryo Pradana bersama Vicky Shu. Meski Shanty berada di bawah satu manajemen yang sama dengan Vicky, ia mengaku tak pernah bertukar sapa dengannya secara langsung.
“Terus begitu saya lihat liriknya, ‘wah, kok bisa plek-ketiplek gitu kan,” kenang Shanty.
Lihat Juga :