Cara Aman Olahraga Saat Puasa Ramadhan agar Tubuh Tetap Fit
Jum'at, 20 Februari 2026 - 15:22 WIB
“Pertama untuk biasanya awal-awal puasa ya, minggu pertama apakah Anda bisa pertimbangkan kurangi volumenya dulu? Karena fisiknya turun, mungkin tidurnya kurang atau masih ngatur jadwal makan yang istilahnya berubah kan,” kata dr. Ikhwan dalam video unggahan bersama di akun Instagram miliknya dengan dr. Tirta, dikutip Jumat (20/2/2026).
Baca juga: Penyebab Perut Begah saat Puasa dan Cara Mencegahnya Menurut Dosen IPB
Ia menyarankan agar tidak memaksakan intensitas olahraga yang sama dengan hari biasa, apalagi pada minggu pertama buka Ramadan. Hal tersebut dilakukan guna menghindari risiko cedera atau kelelahan ekstrem.
"Di Minggu pertama, saran saya volume latihannya diturunkan dulu. Bisa pakai 50 sampai 75 persen,” ucap dia.
Penurunan intensitas itu bisa dilakukan dengan cara menurunkan salah satu unsur olahraga yang dilakukan. Bisa dari durasi, frekuensi atau jumlah aktivitas. “Nah, volume diturunkan itu monggo apakah mau durasinya dulu, apa frekuensinya, misalnya sehari lari dua kali jadi sekali ataupun durasinya dipendekin," jelas dr. Ikhwan.
Barulah pada Minggu kedua, intensitas olahraga bisa ditingkatkan secara perlahan dengan harapan aktivitas olahraga pada Minggu ketiga dan Minggu keempat bisa kembali normal seperti hari-hari biasa. Langkah tersebut dapat dilakukan mengingat tubuh manusia yang memiliki sifat adaptif.
Baca juga: Penyebab Perut Begah saat Puasa dan Cara Mencegahnya Menurut Dosen IPB
Ia menyarankan agar tidak memaksakan intensitas olahraga yang sama dengan hari biasa, apalagi pada minggu pertama buka Ramadan. Hal tersebut dilakukan guna menghindari risiko cedera atau kelelahan ekstrem.
"Di Minggu pertama, saran saya volume latihannya diturunkan dulu. Bisa pakai 50 sampai 75 persen,” ucap dia.
Penurunan intensitas itu bisa dilakukan dengan cara menurunkan salah satu unsur olahraga yang dilakukan. Bisa dari durasi, frekuensi atau jumlah aktivitas. “Nah, volume diturunkan itu monggo apakah mau durasinya dulu, apa frekuensinya, misalnya sehari lari dua kali jadi sekali ataupun durasinya dipendekin," jelas dr. Ikhwan.
Barulah pada Minggu kedua, intensitas olahraga bisa ditingkatkan secara perlahan dengan harapan aktivitas olahraga pada Minggu ketiga dan Minggu keempat bisa kembali normal seperti hari-hari biasa. Langkah tersebut dapat dilakukan mengingat tubuh manusia yang memiliki sifat adaptif.
Lihat Juga :