Genjot Pariwisata, Korea Selatan Akan Bebaskan Visa untuk Turis Indonesia

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:25 WIB
Tak hanya itu, Korea berencana mengembangkan konsep ala “parador” Spanyol dengan mengubah hanok (rumah tradisional), kuil, dan desa rakyat menjadi penginapan premium bernuansa budaya lokal.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan kebijakan tanpa toleransi terhadap praktik penipuan harga. Pelaku usaha yang tidak menampilkan atau tidak mematuhi harga resmi akan langsung dikenai sanksi. Sistem pelaporan mandiri tarif musiman akan diberlakukan bagi penyedia akomodasi, sementara perusahaan rental mobil di Pulau Jeju akan dibatasi dalam menaikkan harga saat musim puncak. Hotel yang membatalkan reservasi tanpa alasan sah pun terancam sanksi.

Kampanye “Tahun Kunjungan Korea”

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah meluncurkan kampanye “Tahun Kunjungan Korea” untuk periode 2027–2029. Kampanye ini akan menghadirkan paket wisata berbasis gaya hidup, mulai dari tur kecantikan dan kuliner Korea hingga pengalaman mendaki gunung, menyesuaikan tren wisatawan yang kini ingin merasakan kehidupan layaknya penduduk lokal.

Presiden Lee Jae Myung menegaskan bahwa pariwisata harus dipandang sebagai “industri strategis nasional inti.” Ia menekankan bahwa sektor ini bukan sekadar menjual destinasi, melainkan menciptakan kenangan berharga bagi para pengunjung, sekaligus mengubah ketertarikan terhadap budaya K-pop menjadi kunjungan nyata ke Korea.

Dengan berbagai langkah komprehensif ini, pemerintah berharap pertumbuhan pariwisata tidak hanya terpusat di Seoul, tetapi juga memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah di seluruh negeri.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!