Kenapa saat Puasa Kita Ingin Makan dan Minum yang Manis? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Senin, 02 Maret 2026 - 08:00 WIB
Naik turun gula darah ini bisa memicu rasa lapar lagi, bahkan ketika sebenarnya kalori sudah cukup. Akibatnya, keinginan makan manis muncul berulang kali sepanjang malam Ramadan.
Gula Mengaktifkan Reward System di Otak
Makanan manis memicu pelepasan dopamin, zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang dan puas. Setelah seharian menahan lapar dan haus, respons dopamin ini bisa terasa lebih kuat.
Secara psikologis, berbuka dengan manis juga terasa seperti “hadiah” setelah berpuasa. Perpaduan rasa lapar secara fisik dan emosional ini membuat craving gula semakin terasa.
Baca Juga : Sering Ngantuk Saat Puasa? Ini 8 Tips Agar Tetap Segar dan Fokus selama Ramadan
Kurang Tidur
Perubahan jam tidur karena sahur dan ibadah malam juga berpengaruh. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin (hormon lapar) dan menurunkan leptin (hormon kenyang).
Ketidakseimbangan ini membuat tubuh lebih mudah menginginkan makanan tinggi gula dan karbohidrat.
Pola Makan Tidak Seimbang Saat Sahur
Gula Mengaktifkan Reward System di Otak
Makanan manis memicu pelepasan dopamin, zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang dan puas. Setelah seharian menahan lapar dan haus, respons dopamin ini bisa terasa lebih kuat.
Secara psikologis, berbuka dengan manis juga terasa seperti “hadiah” setelah berpuasa. Perpaduan rasa lapar secara fisik dan emosional ini membuat craving gula semakin terasa.
Baca Juga : Sering Ngantuk Saat Puasa? Ini 8 Tips Agar Tetap Segar dan Fokus selama Ramadan
Kurang Tidur
Perubahan jam tidur karena sahur dan ibadah malam juga berpengaruh. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin (hormon lapar) dan menurunkan leptin (hormon kenyang).
Ketidakseimbangan ini membuat tubuh lebih mudah menginginkan makanan tinggi gula dan karbohidrat.
Pola Makan Tidak Seimbang Saat Sahur
Lihat Juga :