Bobon Santoso Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Harmoni Budaya di Tengah Ramadan

Sabtu, 07 Maret 2026 - 11:14 WIB
Kehadiran Bobon Santoso menambah nuansa tersendiri dalam perayaan tahun ini. Dikenal sebagai Chef Rakyat Indonesia, Bobon selama ini konsisten mengangkat kuliner dari berbagai daerah sebagai cara sederhana namun kuat untuk merayakan keberagaman.

Baginya, makanan selalu memiliki cara yang jujur untuk menyatukan orang-orang. Dalam momen Cap Go Meh di Singkawang, Bobon tidak hanya hadir sebagai figur publik, tetapi juga berbaur dan berbagi energi bersama komunitas tatung di sela-sela rangkaian acara.

“Menurut saya, Cap Go Meh itu bukan cuma perayaan budaya, tapi juga perayaan rasa. Lontong Cap Go Meh misalnya, itu simbol akulturasi. Ada perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara di satu piring. Itu yang bikin Indonesia istimewa,” ujar Bobon.

Tahun ini, Cap Go Meh yang bertepatan dengan Ramadan justru memperlihatkan kekuatan toleransi yang nyata. Kedua perayaan berjalan berdampingan tanpa saling mendominasi.

“Merayakan Cap Go Meh di tengah Ramadan menurut saya indah sekali. Yang menjalankan ibadah tetap khusyuk, yang merayakan tetap penuh sukacita. Semua berjalan berdampingan tanpa saling mengganggu. Ini contoh nyata bagaimana keberagaman bisa jadi kekuatan,” tutur Bobon Santoso.

Melalui momentum ini, pihak penyelenggara berharap semangat toleransi dan kebersamaan dari Singkawang dapat menginspirasi masyarakat di berbagai daerah.

Di Singkawang, Cap Go Meh bukan hanya tentang perayaan budaya. Lebih dari itu, perayaan ini menjadi simbol harapan bahwa perbedaan dapat berjalan berdampingan, serta energi kebersamaan yang mampu menguatkan Indonesia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!